Media Pendidikan – 22 Mei 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) telah memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan bawang merah menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Melalui pengawasan distribusi dan pasokan, pihak Kementan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga tetap stabil.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan bahwa pihaknya telah memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa produksi bawang merah nasional masih mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan rata-rata mencapai 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen per tahun.
Produksi bawang merah nasional saat ini masih mencukupi dan Indonesia juga terus melakukan ekspor.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan bahwa musim tanam Maret-Mei 2026 diwarnai cuaca ekstrem yang memicu serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti ulat grayak dan moler.
Meski demikian, distribusi bawang merah dari berbagai daerah seperti Nganjuk, Enrekang, Pati, Brebes, Temanggung, dan Garut masih berjalan lancar.
Kementan memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan produksi, distribusi, dan harga bawang merah di berbagai daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan nasional selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).


Komentar