Daerah
Beranda » Berita » Kemensos Gandeng Kampus dan Swasta, Dorong Pemberdayaan Petani Porang di NTB

Kemensos Gandeng Kampus dan Swasta, Dorong Pemberdayaan Petani Porang di NTB

Kemensos Gandeng Kampus dan Swasta, Dorong Pemberdayaan Petani Porang di NTB
Kemensos Gandeng Kampus dan Swasta, Dorong Pemberdayaan Petani Porang di NTB

Media Pendidikan – 17 April 2026 | Jakarta, 16 April 2026 – Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan program kolaboratif bersama perguruan tinggi dan sektor swasta untuk meningkatkan kesejahteraan petani porang di Nusa Tenggara Barat (NTB). Inisiatif ini menandai langkah strategis pemerintah dalam mengoptimalkan sinergi multipihak demi memperkuat rantai nilai porang, komoditas unggulan yang kini semakin diminati pasar domestik maupun internasional.

Program pemberdayaan ini dirancang melalui kerja sama tiga pilar utama: Kementerian Sosial sebagai penggerak kebijakan, Universitas Mataram sebagai mitra akademik, serta beberapa perusahaan agribisnis yang menyediakan fasilitas produksi dan pemasaran. Bersama, mereka menyusun modul pelatihan teknis, penyediaan bibit unggul, serta akses pembiayaan mikro bagi petani kecil di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Sumbawa Barat.

Baca juga:

“Kami berkomitmen menumbuhkan ekosistem pertanian porang yang berkelanjutan, sehingga petani tidak hanya memperoleh pendapatan lebih tinggi, tetapi juga dapat berpartisipasi dalam pasar yang lebih luas,” ujar Menteri Sosial, Tri Rismaharini, dalam acara peluncuran yang dihadiri oleh perwakilan universitas, pengusaha, serta perwakilan petani setempat.

Di sisi swasta, perusahaan agribisnis PT Agro Nusantara berkontribusi menyediakan fasilitas pengeringan dan pengemasan porang yang memenuhi standar ekspor. “Kehadiran fasilitas ini memungkinkan petani mengolah hasil panen secara langsung tanpa harus bergantung pada perantara, sehingga nilai tambah dapat dirasakan secara lebih adil,” kata Direktur Operasional PT Agro Nusantara, Budi Santoso.

Baca juga:

Program ini juga mencakup skema kredit mikro berbunga rendah yang dikelola melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB. Petani yang berhasil menyelesaikan pelatihan berhak mengajukan pinjaman hingga Rp 25 juta untuk membeli bibit, peralatan irigasi, dan bahan baku pengolahan. Hingga kini, sekitar 450 petani telah mengajukan permohonan kredit, dengan tingkat pencairan mencapai 78%.

Selain aspek ekonomi, Kemensos menekankan pentingnya pemberdayaan sosial. Tim lapangan bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat mengadakan program literasi keuangan dan pemasaran digital, memungkinkan petani memanfaatkan platform e‑commerce untuk menjual produk porang secara online. “Digitalisasi memberi peluang baru bagi petani di daerah terpencil, terutama dalam mengakses pasar yang sebelumnya sulit dijangkau,” ujar Koordinator LSM Pemberdayaan Petani, Siti Nurhaliza.

Baca juga:

Sejauh ini, dampak awal program tampak positif. Petani melaporkan peningkatan produksi rata-rata 30% dibandingkan musim sebelumnya, sekaligus penurunan kerugian akibat hama. Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, diharapkan porang NTB dapat menembus pasar ekspor ke Asia Tenggara dan Timur Tengah dalam dua tahun ke depan.

Keberlanjutan program akan terus dipantau melalui evaluasi triwulanan, serta penyesuaian kebijakan berdasarkan umpan balik petani. Kemensos berjanji akan memperluas skema sinergi ini ke provinsi lain yang memiliki potensi komoditas serupa, sebagai bagian dari upaya nasional memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *