Nasional
Beranda » Berita » Kemenkomdigi Ungkap Kunci Komunikasi Publik di Era Transformasi Digital

Kemenkomdigi Ungkap Kunci Komunikasi Publik di Era Transformasi Digital

Kemenkomdigi Ungkap Kunci Komunikasi Publik di Era Transformasi Digital
Kemenkomdigi Ungkap Kunci Komunikasi Publik di Era Transformasi Digital

Media Pendidikan – 30 April 2026 | Bandung, JPNN.com – Perwakilan Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Angki Kusumadewi, menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi faktor utama yang mengubah secara fundamental cara masyarakat mengonsumsi informasi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Bandung, menandai fokus pemerintah pada strategi komunikasi publik yang adaptif.

Angki menjelaskan bahwa perubahan perilaku konsumen media tidak lagi bersifat linier. Masyarakat kini beralih dari media konvensional ke platform digital, memanfaatkan perangkat seluler, media sosial, serta layanan streaming untuk memperoleh berita, hiburan, dan edukasi. “Transformasi digital telah mengubah secara fundamental cara masyarakat mengonsumsi informasi,” ujar Angki, menekankan pentingnya penyesuaian strategi komunikasi agar pesan pemerintah dapat tersampaikan secara efektif di ruang digital.

Baca juga:

Dalam konteks ini, Kemenkomdigi menyoroti tiga kunci utama untuk memperkuat komunikasi publik. Pertama, pemanfaatan data analytics untuk memahami pola konsumsi informasi di berbagai segmen demografis. Kedua, kolaborasi lintas lembaga dan sektor swasta dalam menciptakan konten yang relevan, akurat, dan mudah diakses. Ketiga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan digital yang terintegrasi, memastikan bahwa pejabat komunikasi dapat mengelola krisis dan menyampaikan kebijakan secara tepat waktu.

Angki juga menambahkan bahwa upaya edukasi literasi digital menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi tersebut. Dengan meningkatnya ancaman misinformasi, pemerintah berkomitmen menyediakan materi edukatif yang membantu masyarakat membedakan informasi valid dan palsu. Program-program tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat penyebaran hoaks, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap informasi yang disalurkan oleh lembaga resmi.

Baca juga:

Data internal Kemenkomdigi menunjukkan peningkatan signifikan dalam interaksi digital selama dua tahun terakhir. Pengunjung situs resmi kementerian meningkat sebesar 38 persen, sementara jumlah follower pada platform media sosial resmi mencatat pertumbuhan 45 persen. Angka-angka ini menggambarkan bahwa pendekatan digital yang terarah memberikan dampak positif terhadap jangkauan dan keterlibatan publik.

Selain itu, Kemenkomdigi berencana meluncurkan portal terpadu yang menyatukan berbagai layanan informasi publik, mulai dari regulasi, program bantuan, hingga agenda kebijakan terbaru. Portal ini diharapkan menjadi satu pintu akses bagi warga, mengurangi fragmentasi informasi dan mempercepat proses penyampaian kebijakan.

Baca juga:

Dengan menitikberatkan pada kunci komunikasi publik yang berbasis data, kolaboratif, dan edukatif, Kemenkomdigi berharap dapat menjawab tantangan era digital serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan agenda nasional untuk mempercepat transformasi digital di semua sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Ke depan, Angki menegaskan bahwa kementerian akan terus memantau tren digital, menyesuaikan kebijakan, dan memperluas jaringan kemitraan untuk memastikan pesan publik tetap relevan, terpercaya, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *