Media Pendidikan – 17 Mei 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pentingnya menghidupkan kembali spirit perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Ia dinilai sebagai sosok pendiri fondasi penguatan moderasi beragama, transformasi pesantren, dan penguatan kebangsaan.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam kegiatan bedah buku KH. Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU Penggerak NKRI menyampaikan bahwa pesantren merupakan institusi pendidikan asli Indonesia yang telah teruji oleh zaman. Pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga moralitas bangsa serta mencetak kader pemimpin berjiwa nasionalisme dan keislaman.
Menag menegaskan, pemerintah saat ini tengah memperkuat kelembagaan pesantren melalui transformasi Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Langkah tersebut dilakukan agar pesantren berkembang sebagai pusat inovasi, pemberdayaan ekonomi umat, dan institusi pendidikan tingkat global.
Kiai Wahab dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik berdirinya NU pada 1926 bersama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Ia juga berperan besar dalam perjuangan Komite Hijaz serta menggagas gerakan kebangsaan seperti Taswirul Afkar dan Nahdlatul Wathan.
Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ida Umami mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting menghadirkan spirit perjuangan. "Memahami bagaimana pemikiran Kiai Wahab Hasbullah menjadi fondasi moderasi, pendidikan, dan kecintaan terhadap NKRI," ujarnya.


Komentar