Media Pendidikan – 21 April 2026 | Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNPMB) mengungkap serangkaian temuan kecurangan pada hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026. Investigasi mengidentifikasi sejumlah pelaku yang menggunakan teknik modifikasi foto telinga, menambahkan alat dengar tersembunyi untuk memperoleh keuntungan tidak sah.
Temuan ini muncul setelah tim verifikasi melakukan pemeriksaan intensif terhadap foto identitas peserta yang diunggah secara daring. Dari sekian ratus foto yang diperiksa, panitia menemukan beberapa gambar dengan tanda-tanda manipulasi visual, khususnya pada area telinga. Analisis lanjutan mengonfirmasi keberadaan perangkat mikrofon mini yang dipasang di dalam telinga tiruan, memungkinkan pengguna mendengarkan isyarat secara real time.
“Kami menemukan adanya modifikasi foto telinga yang ditanami alat dengar, yang jelas melanggar kode etik dan peraturan UTBK,” kata seorang juru bicara SNPMB. Penemuan ini menambah daftar panjang kasus joki (pihak ketiga yang membantu peserta) yang terus menjadi sorotan dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi.
Sejumlah perguruan tinggi telah mengirimkan rekomendasi agar peserta yang terdeteksi melakukan klarifikasi dalam jangka waktu 48 jam. Jika tidak ada respons atau bukti yang dapat membuktikan keabsahan foto, peserta akan otomatis dinyatakan tidak lulus seleksi. Selain sanksi administratif, pelaku juga dapat dikenai sanksi hukum sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan di kalangan akademisi dan orang tua siswa, yang mengkhawatirkan dampak jangka panjang pada kepercayaan publik terhadap sistem masuk perguruan tinggi. Beberapa pakar pendidikan menyarankan peningkatan edukasi tentang etika digital serta penegakan regulasi yang lebih ketat pada platform pendaftaran daring.
SNPMB berjanji akan melanjutkan pemantauan intensif selama seluruh rangkaian UTBK 2026. Panitia juga berkomitmen untuk memperbaiki mekanisme verifikasi dengan menambahkan lapisan keamanan tambahan, seperti sensor audio dan pengecekan metadata foto. Harapannya, upaya ini dapat menurunkan angka kecurangan di masa mendatang dan memastikan bahwa proses seleksi tetap adil serta transparan.


Komentar