Media Pendidikan – 20 April 2026 | Kebakaran hebat melanda Kampung Bahagia, sebuah desa terapung di tepi pantai Sandakan, Sabah, Malaysia, pada dinihari tanggal 15 April 2024. Api yang menyala cepat membakar sekitar seribu rumah semi‑permanen, memaksa ribuan penduduk mengungsi.
Tim pemadam kebakaran setempat bersama relawan serta aparat kepolisian berusaha memadamkan api selama lebih dari enam jam. “Kami sedang berupaya mengevakuasi semua warga dan memadamkan api secepat mungkin,” kata ketua pemadam kebakaran daerah Sandakan dalam konferensi pers.
Data resmi mengungkap bahwa lebih dari 1.000 rumah terapung hancur total, mengakibatkan kerugian material diperkirakan mencapai 30 juta ringgit. Sekitar 3.500 orang, termasuk anak-anak dan lansia, kini tinggal di tenda darurat yang disediakan oleh Badan Kebencanaan Nasional (BNPB) dan organisasi kemanusiaan.
Pemerintah Malaysia telah mengirimkan bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, dan perlengkapan medis. Tim SAR dari kota terdekat juga dikerahkan untuk mencari korban yang mungkin terperangkap di dalam bangunan yang runtuh.
Para ahli lingkungan menilai bahwa kondisi rumah terapung yang dibangun di atas rakit kayu meningkatkan risiko kebakaran, terutama pada musim kering ketika kelembaban udara menurun. “Kebijakan pembangunan perumahan yang lebih tahan api sangat diperlukan di kawasan pesisir,” ujar seorang peneliti dari Universitas Sabah.
Sementara proses pemulihan masih berlangsung, pihak berwenang menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga untuk mempercepat penyaluran bantuan dan menyusun rencana penataan kembali wilayah tersebut agar lebih aman dari bahaya serupa.


Komentar