Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Kampung Jambon Gesikan Magelang Jadi Contoh Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Kampung Jambon Gesikan Magelang Jadi Contoh Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Kampung Jambon Gesikan Magelang Jadi Contoh Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
Kampung Jambon Gesikan Magelang Jadi Contoh Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Media Pendidikan – 17 April 2026 | Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto melakukan inspeksi langsung ke Kampung Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban, Kota Magelang, Jawa Tengah pada Kamis, 16 April 2026. Kunjungan tersebut bertujuan menilai keberhasilan program pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang dijalankan di wilayah tersebut, yang kini dijadikan model bagi daerah lain.

Berbagai inovasi telah diterapkan, mulai dari bank sampah yang memfasilitasi pemilahan serta penjualan kembali material yang dapat didaur ulang, hingga pemanfaatan limbah organik untuk produksi kompos dan pakan maggot. Program urban farming memanfaatkan lahan terbatas untuk menanam sayuran, sementara minyak jelantah diolah menjadi sabun ramah lingkungan. Semua kegiatan tersebut dikelola oleh kelompok warga yang dipimpin oleh Ketua RW IV Kampung Jambon Gesikan.

Baca juga:

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi intens antara Pemerintah Kota Magelang dan masyarakat setempat. Wali Kota Damar Prasetyono, Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi, serta para ketua RW turut aktif memantau implementasi kebijakan, memastikan konsistensi dan motivasi warga tetap tinggi. Bima Arya menambahkan, “Kolaborasi antara aparat dan warga menjadi kunci utama; tanpa dukungan langsung dari kepala daerah dan pengurus lingkungan, program ini tidak akan berkelanjutan.”

Data lapangan menunjukkan bahwa seluruh 192 Rukun Warga di Kota Magelang diharapkan mengikuti pola serupa sebelum program ini diujicobakan ke provinsi atau bahkan tingkat nasional. Bima Arya menegaskan, “Kami ingin standar pengelolaan yang terukur dan dapat direplikasi, sehingga menjadi acuan nasional dalam memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.”

Baca juga:

Pengelolaan yang terpadu mencakup pemilahan sampah pada sumber, pemrosesan limbah organik menjadi kompos, serta pemasaran produk olahan seperti sabun dan pakan maggot. Hasilnya, tingkat partisipasi warga mencapai lebih dari 85 persen, dan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir berkurang signifikan. Selain itu, pendapatan tambahan dari penjualan kompos dan produk olahan membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga.

Dengan dukungan kebijakan dan monitoring berkelanjutan, Kampung Jambon Gesikan diproyeksikan akan terus menjadi laboratorium hidup bagi inovasi lingkungan. Pemerintah Magelang berencana memperluas jaringan bank sampah ke seluruh kelurahan, serta memberikan pelatihan teknis bagi warga yang ingin mengembangkan usaha berbasis limbah. “Jika model ini berhasil di Magelang, kami yakin dapat menginspirasi ribuan kampung di seluruh Indonesia,” tutup Bima Arya.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *