Nasional
Beranda » Berita » KAI Perkenalkan Fasilitas Ramah Perempuan, Dari Kursi Khusus Hingga 120 Ruang Laktasi

KAI Perkenalkan Fasilitas Ramah Perempuan, Dari Kursi Khusus Hingga 120 Ruang Laktasi

KAI Perkenalkan Fasilitas Ramah Perempuan, Dari Kursi Khusus Hingga 120 Ruang Laktasi
KAI Perkenalkan Fasilitas Ramah Perempuan, Dari Kursi Khusus Hingga 120 Ruang Laktasi

Media Pendidikan – 20 April 2026 | Jakarta, 20 April 2026 – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan serangkaian fasilitas baru yang dirancang khusus untuk penumpang perempuan. Inisiatif ini mencakup pemasangan kursi khusus di dalam kereta serta pembangunan 120 ruang laktasi di stasiun-stasiun utama, bertujuan menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi wanita.

Ruang Laktasi dan Kursi Khusus sebagai Prioritas

Fasilitas pertama yang diimplementasikan adalah ruang laktasi yang tersebar di 120 titik strategis, mulai dari stasiun Gambir hingga Bandung. Setiap ruang dilengkapi dengan kursi ergonomis, pencahayaan lembut, serta perlengkapan kebersihan yang memenuhi standar kesehatan. Selain itu, KAI menambahkan kursi khusus di dalam gerbong yang didesain dengan sandaran lebih tinggi dan penopang lengan yang memudahkan penumpang perempuan, terutama ibu hamil dan menyusui.

Baca juga:

Seorang juru bicara KAI menjelaskan, “KAI berkomitmen menyediakan layanan yang ramah perempuan, mulai dari kursi khusus hingga ruang laktasi, demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang wanita selama perjalanan.”

Data internal KAI menunjukkan bahwa lebih dari 30% penumpang kereta api nasional adalah perempuan, dengan persentase ibu menyusui mencapai 12% pada jam sibuk. Penambahan ruang laktasi diharapkan dapat mengurangi waktu menunggu dan memberi privasi yang diperlukan bagi ibu menyusui.

Baca juga:

Implementasi dan Dampak Jangka Panjang

Proses pemasangan dimulai pada awal Maret 2026 dan menargetkan penyelesaian penuh pada akhir tahun. Tim teknis KAI bekerja sama dengan konsultan desain interior untuk memastikan setiap ruang laktasi memenuhi standar ergonomis dan keamanan kebakaran. Selain itu, pelatihan khusus diberikan kepada petugas stasiun agar dapat memberikan bantuan yang tepat kepada penumpang perempuan.

Selain manfaat langsung bagi penumpang, KAI berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi moda transportasi lain dalam mengadopsi kebijakan inklusif gender.

Baca juga:

Dengan langkah ini, KAI menegaskan kembali komitmen terhadap layanan publik yang responsif terhadap kebutuhan khusus pengguna, khususnya perempuan yang memerlukan ruang pribadi selama perjalanan jauh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *