Media Pendidikan – 14 Mei 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat penataan 1.638 titik perlintasan sebidang pada berbagai wilayah untuk meningkatkan keselamatan publik. KAI telah menutup sebanyak 20 titik serta menyempitkan tujuh perlintasan liar.
Kegiatan penguatan aspek keamanan operasional transportasi ini dilakukan mulai periode 27 April sampai 12 Mei 2026. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa penanganan perlintasan sebidang perlu dilakukan lebih cepat, terukur, dan terintegrasi agar ruang keselamatan di lapangan semakin baik.
KAI memasang palang pintu baru pada kawasan Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur sebagai bagian proses uji coba. Pihak operator juga terus memperkuat pengawasan lapangan di daerah Sumatra hingga wilayah seluruh penjuru Pulau Jawa.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih disiplin saat melintas di perlintasan sebidang, tidak menerobos palang pintu, berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Anne.
Data Triwulan I 2026 mencatatkan jumlah total 3.888 titik perlintasan kereta api di seluruh wilayah Indonesia. Sebanyak 2.112 lokasi di antaranya sudah memiliki penjagaan resmi namun sisanya masih memerlukan penanganan khusus secara berkala.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, mengatakan bahwa keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan konsistensi penanganan di lapangan. “Semakin cepat titik-titik berisiko diinventarisasi, ditata, dan dijaga bersama, semakin besar ruang keselamatan yang dapat dibangun untuk masyarakat,” katanya.


Komentar