Pendidikan
Beranda » Berita » Jurusan Saintek Sepi Peminat, Namun Menjanjikan Karir di Era Industri 4.0

Jurusan Saintek Sepi Peminat, Namun Menjanjikan Karir di Era Industri 4.0

Jurusan Saintek Sepi Peminat, Namun Menjanjikan Karir di Era Industri 4.0
Jurusan Saintek Sepi Peminat, Namun Menjanjikan Karir di Era Industri 4.0

Media Pendidikan – 02 April 2026 | Pergeseran minat siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menunjukkan fenomena menarik: meski jurusan sains dan teknologi (saintek) masih mendominasi daftar jurusan terketat, beberapa program studi di bidang tersebut ternyata mengalami penurunan minat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, data daya tampung dari Universitas Brawijaya (UB) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkap bahwa kapasitas untuk program saintek tetap besar, mencerminkan kebutuhan pasar kerja yang terus meningkat.

Menurut laporan Kompas, hanya satu jurusan sosial humaniora (soshum) yang masuk dalam daftar terketat SNBP 2026, sementara mayoritas jurusan terketat berada di ranah teknik dan kesehatan. Hal ini menegaskan bahwa pilihan mahasiswa cenderung mengarah pada bidang yang dianggap lebih aman secara finansial. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah jurusan saintek seperti Agroekoteknologi, Peternakan, dan Kedokteran di UB memiliki kuota yang signifikan, menandakan adanya permintaan tenaga ahli yang kuat di sektor pertanian, kesehatan, dan teknologi.

Baca juga:

Data resmi SNBT UB 2026 menampilkan fakultas-fakultas SAINTEK dengan kuota besar, antara lain Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, serta Fakultas Teknologi Pertanian. Sementara itu, ITB mencatat daya tampung tinggi pada Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (130 kursi) dan Fakultas Teknik Pertambangan serta Perminyakan (115 kursi). Meskipun jumlah peminat pada tahun sebelumnya mencapai ribuan, persaingan tetap ketat, menunjukkan bahwa mahasiswa yang berhasil masuk memiliki peluang kerja yang sangat baik.

  • Agroekoteknologi dan Peternakan: Menjawab kebutuhan produksi pangan berkelanjutan, membuka lapangan kerja di perusahaan agribisnis, lembaga penelitian, dan startup teknologi pertanian.
  • Kedokteran dan Kesehatan: Kekurangan tenaga medis di banyak daerah meningkatkan nilai tawar lulusan medis, apalagi dengan dukungan program pemerintah untuk layanan kesehatan primer.
  • Ilmu Komputer dan Rekayasa Industri: Permintaan developer, data scientist, dan insinyur proses terus naik seiring digitalisasi industri.

Beberapa faktor menyebabkan sebagian jurusan saintek tampak sepi peminat. Pertama, persepsi bahwa jurusan tersebut menuntut kemampuan matematika dan fisika yang tinggi, membuat sebagian siswa merasa kurang percaya diri. Kedua, kurangnya sosialisasi tentang prospek karir dan jalur masuk yang fleksibel, seperti beasiswa atau program vokasi, membuat siswa lebih memilih jurusan soshum yang dianggap lebih mudah diakses.

Baca juga:

Namun, peluang kerja bagi lulusan saintek tetap lebih besar dibandingkan rata-rata jurusan lain. Laporan BPS 2025 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran lulusan teknik, ilmu komputer, dan ilmu kesehatan berada di bawah 3 persen, sementara rata-rata nasional mendekati 6 persen. Selain itu, gaji awal lulusan saintek rata-rata lebih tinggi, dengan insinyur teknik dan programmer memperoleh penghasilan di atas Rp10 juta per bulan.

Untuk mengatasi kesenjangan minat, perguruan tinggi dan pemerintah perlu meningkatkan program orientasi karir, memperkenalkan kurikulum berbasis proyek, serta memperluas kerja sama dengan industri. Dengan menampilkan success story alumni dan memperkuat jalur magang, calon mahasiswa dapat melihat jalur karir yang konkret, sehingga minat terhadap jurusan saintek dapat kembali meningkat.

Baca juga:

Kesimpulannya, meski beberapa jurusan saintek mengalami penurunan minat pada fase seleksi, daya tampung yang luas dan prospek kerja yang menjanjikan tetap menjadikannya pilihan strategis bagi siswa yang menargetkan karir berkelanjutan di era industri 4.0.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *