Perguruan Tinggi
Beranda » Berita » UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Turut Berduka atas Meninggalnya Dr. H. Imam Muslimin (Yai Mim)

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Turut Berduka atas Meninggalnya Dr. H. Imam Muslimin (Yai Mim)

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Turut Berduka atas Meninggalnya Dr. H. Imam Muslimin (Yai Mim)
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Turut Berduka atas Meninggalnya Dr. H. Imam Muslimin (Yai Mim)

Media Pendidikan – 14 April 2026 | UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang menyampaikan duka cita atas meninggalnya Dr. H. Imam Muslimin, M.Ag., yang lebih dikenal dengan sebutan Yai Mim, pada Senin 13 April 2024. Kejadian terjadi saat beliau akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polresta Malang sebagai tersangka pencemaran nama baik dan pelecehan seksual terhadap tetangganya, seorang wanita bernama Sahara.

Yai Mim, yang merupakan mantan dosen di UIN Malang, dikenal luas di kalangan mahasiswa dan sivitas akademika karena dedikasinya dalam mengajar dan membimbing. Selama masa mengabdi, ia menorehkan jejak ilmiah dan moral yang menjadi inspirasi bagi generasi muda. Kepergiannya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh lingkungan akademik yang kehilangan seorang pendidik berintegritas.

Baca juga:

Pada pagi hari Senin, Yai Mim ditahan oleh Polresta Malang terkait dugaan kasus pencemaran nama baik dan pelecehan seksual. Sebelum diinterogasi, ia menjalani pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan tekanan darah 110/80 mmHg dan tidak ada gejala yang mengindikasikan kondisi medis yang mengkhawatirkan, menurut Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin. Namun, ketika akan dibawa ke ruang penyidik Satreskrim, kondisi kesehatannya tiba‑tiba menurun. Yai Mim tampak lemas, terduduk, dan akhirnya terjatuh. Petugas segera membawanya ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah dirawat di RS Saiful Anwar, Yai Mim dinyatakan meninggal dunia. Penyebab pasti kematiannya masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian, yang menegaskan bahwa korban telah menerima perawatan medis dan kemudian berada di kamar jenazah Rumah Sakit.

Baca juga:

UIN Malang mengumumkan pernyataannya melalui akun Instagram resmi pada hari yang sama. Dalam keterangan tersebut, universitas menulis: “Keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Dr. H. Imam Muslimin, M.Ag.” Selanjutnya ditambahkan, “Kepergian beliau bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia akademik yang telah beliau dedikasikan dengan penuh keikhlasan. Ilmu, keteladanan, dan pengabdian beliau akan senantiasa hidup dalam setiap jejak langkah para mahasiswa dan sivitas akademika.”

UIN Malang juga menambahkan doa bagi almarhum dan keluarganya, menutup pernyataan dengan: “Selamat jalan, guru kami. Jasamu akan selalu abadi dalam doa dan ingatan.”

Baca juga:

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengungkap penyebab pasti kematian Yai Mim. Investigasi masih berjalan untuk memastikan apakah faktor medis atau kondisi lain yang terjadi saat proses pemeriksaan menjadi pemicu kematian. Sementara itu, komunitas akademik dan masyarakat umum menunggu perkembangan lebih lanjut.

Kasus ini menambah kompleksitas dinamika hubungan antara dunia akademik, penegakan hukum, dan isu sosial yang tengah berkembang di Indonesia. UIN Malang berjanji akan terus mendukung proses penyelidikan serta memberikan bantuan moral bagi keluarga almarhum.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *