Daerah
Beranda » Berita » Jemaah Berbagai Daerah Ikuti I’tikaf Qiyamul Lail di Masjid Istiqlal

Jemaah Berbagai Daerah Ikuti I’tikaf Qiyamul Lail di Masjid Istiqlal

Jemaah Berbagai Daerah Ikuti I’tikaf Qiyamul Lail di Masjid Istiqlal
Jemaah Berbagai Daerah Ikuti I’tikaf Qiyamul Lail di Masjid Istiqlal

Media Pendidikan – 18 April 2026 | Jemaah dari berbagai daerah menumpuk di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 16–17 April 2026 untuk melaksanakan I’tikaf Qiyamul Lail bulanan, sebuah rangkaian ibadah malam yang bertujuan memperdalam keimanan.

Acara dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah, diikuti pembacaan Surat Yasin, selawat, dan istigasah. Pada pukul 01.40 WIB, jamaah melanjutkan shalat Isya secara khusus I’tikaf hingga selesai pada pukul 04.00 WIB. Selama periode tersebut, ibadah yang dipraktikkan meliputi salat tasbih empat rakaat dengan dua salam, salat tahajud delapan rakaat dengan empat salam, serta salat witir tiga rakaat yang disertai doa qunut. Zikir bersama dipimpin oleh bilal, menciptakan suasana khusyuk.

Baca juga:

Imam Besar Masjid Istiqlal, Mas’ud Halimin, memberikan tausiah dengan tema “Teologi Memaafkan”. Ia menekankan bahwa memaafkan merupakan sifat Allah yang harus diteladani umat. “Jangan menyimpan kemarahan, kebencian, apalagi dendam,” tegasnya. Menurut Halimin, terdapat empat sifat utama yang dijabarkan Allah: Al‑Ghafur (menutupi dosa), Al‑Afuw (menghapus dosa), At‑Taubah (kesadaran menyesali perbuatan), dan Ar‑Rahman Ar‑Rahim (kasih sayang kepada sesama).

Dalam sesi renungan, Halimin menguraikan mengapa memaafkan terasa sulit. Ia menyebut tiga prasyarat: keberanian psikologis untuk menghadapi luka, kerendahan ego untuk melepaskan keakuan, serta kedalaman spiritual untuk meneladani sifat Tuhan. Memahami proses ini, ia menambahkan, merupakan bagian dari tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, yaitu upaya membersihkan hati dari amarah, dendam, dan emosi berlebih.

Baca juga:

Kehadiran jamaah yang berasal dari provinsi Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi menegaskan sifat inklusif kegiatan ini. Lebih dari 300 orang diperkirakan berpartisipasi, menjadikan I’tikaf Qiyamul Lail tidak hanya sebagai ibadah pribadi, tetapi juga sebagai momentum kebersamaan umat Muslim di ibu kota.

Penutup acara diisi dengan doa kolektif dan harapan agar nilai-nilai memaafkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari‑hari, terutama menjelang Ramadhan yang akan datang. Panitia berencana melanjutkan program I’tikaf Qiyamul Lail secara rutin setiap bulan, dengan target meningkatkan partisipasi lintas daerah serta memperdalam pemahaman teologis umat.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *