Media Pendidikan – 19 April 2026 | BNPB mencatat bahwa total lahan yang terbakar di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai 379,76 hektare sejak awal Januari 2026. Peningkatan terbaru terjadi setelah kebakaran melanda Kabupaten Sukamara pada Jumat, 17 April 2026.
“379,76 hektare lahan terbakar di Kalteng sejak Januari 2026,” ujar perwakilan BNPB dalam konferensi pers singkat pada Senin, 18 April 2026. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebakaran tidak hanya terbatas pada satu lokasi, melainkan merupakan fenomena yang meluas seiring kondisi cuaca kering dan angin kencang.
Kebakaran di Kabupaten Sukamara menjadi pemicu utama penambahan luas area terbakar. Pada sore 17 April, petugas lapangan melaporkan titik api yang menyala di lahan pertanian dan hutan sekunder seluas beberapa hektare. Penyebab awal masih diselidiki, namun dugaan awal mengaitkannya dengan pembukaan lahan secara ilegal serta praktik pembakaran terbuka yang umum dilakukan oleh sebagian petani.
Tim tanggap darurat segera dikerahkan untuk memadamkan api menggunakan helikopter pemadam dan tenaga kerja sukarela. Meskipun upaya tersebut berhasil menekan penyebaran, kondisi geografis yang sulit dijangkau memperlambat proses pemadaman total. Selama periode pemadaman, tim juga melakukan survei udara untuk memetakan daerah yang masih mengeluarkan asap tebal.
Data pendukung menunjukkan bahwa sejak Januari 2026, rata-rata suhu harian di Kalteng meningkat sekitar 1,2°C dibandingkan dengan rata-rata suhu tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini berkontribusi pada pengeringan vegetasi, sehingga mempermudah penyebaran api. Selain itu, kelembaban relatif yang berada di bawah 30% pada bulan-bulan pertama tahun ini menciptakan lingkungan yang sangat rawan kebakaran.
BNPB menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi dan memperkuat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Upaya preventif seperti sosialisasi larangan pembakaran terbuka dan penyediaan alternatif pengelolaan lahan menjadi fokus utama dalam rangka menurunkan angka kebakaran di masa mendatang.
Dengan total 379,76 hektare lahan terbakar, dampak ekologis yang ditimbulkan mencakup kehilangan biodiversitas, penurunan kualitas udara, serta potensi gangguan pada mata pencaharian masyarakat lokal yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Pemerintah daerah Kalteng diharapkan dapat memperkuat regulasi serta menambah sumber daya bagi aparat penegak hukum guna mengurangi praktik pembakaran yang melanggar ketentuan.
Ke depan, BNPB berencana meningkatkan penggunaan teknologi satelit untuk deteksi dini serta memperluas jaringan posko pemantauan di wilayah rawan kebakaran. Hal ini diharapkan dapat mempercepat respons dan meminimalisir kerugian yang lebih luas.


Komentar