Media Pendidikan – 03 April 2026 | Jakarta, 3 April 2026 – Kajari Kabupaten Karo, Danke Rajagukguk, kembali menjadi sorotan publik setelah muncul tuduhan bahwa ia menerima mobil dari Bupati Karo pada periode yang bersamaan dengan penyelidikan kasus videografer Amsal Sitepu. Tuduhan ini menimbulkan pertanyaan mengenai integritas pejabat daerah serta potensi konflik kepentingan dalam penanganan kasus yang tengah ramai diperbincangkan.
Latihan tuduhan dan kronologi peristiwa
Isu bermula ketika sejumlah media melaporkan bahwa sebuah mobil pribadi, yang diduga milik Bupati Karo, berada dalam kepemilikan atau penggunaan Danke Rajagukguk. Pada saat yang sama, Amsal Sitepu, seorang videografer yang mengunggah rekaman video yang menyinggung sejumlah pejabat, menjadi subjek penyelidikan Kementerian Hukum dan HAM. Media sosial dipenuhi spekulasi bahwa pemberian mobil tersebut merupakan bentuk balas budi atau upaya mempengaruhi proses hukum terkait Sitepu.
Jawaban resmi Kajari Karo
Dalam sebuah pernyataan singkat yang disampaikan melalui kantor Sekretariat Kabupaten, Danke Rajagukguk menolak tuduhan bahwa ia menerima mobil sebagai hadiah atau bentuk gratifikasi. Ia menegaskan bahwa mobil tersebut hanyalah barang pinjaman yang diberikan oleh Bupati untuk keperluan dinas sementara, dan tidak ada transaksi jual‑beli maupun hadiah apapun. “Mobil tersebut hanya dipinjam untuk keperluan operasional kantor, tidak ada unsur gratifikasi,” ujar Danke dalam klarifikasinya.
Selain itu, Bupati Karo melalui juru bicaranya menegaskan bahwa kendaraan tersebut memang berada dalam status pinjaman kepada pihak terkait dan tidak ada pemberian secara permanen. Pihak Bupati juga menambahkan bahwa penggunaan mobil tersebut telah dicatat dalam laporan inventarisasi aset daerah, sehingga tidak melanggar prosedur administratif.
Permintaan maaf dan pengakuan kesalahan
Seiring berjalannya waktu, Danke Rajagukguk mengeluarkan permintaan maaf publik kepada warga Karo. Ia mengakui adanya kelalaian dalam prosedur administrasi yang menimbulkan persepsi negatif. “Saya menyadari kekeliruan dalam pengelolaan penggunaan mobil tersebut, dan saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul,” ungkapnya. Permintaan maaf ini diiringi dengan komitmen untuk memperbaiki tata kelola aset serta meningkatkan transparansi dalam penggunaan fasilitas dinas.
Dampak terhadap kasus Amsal Sitepu
Meski tuduhan mengenai mobil tersebut belum terbukti secara hukum, isu ini menambah kompleksitas pada kasus Amsal Sitepu yang masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian belum mengaitkan secara langsung antara pemberian mobil dan motivasi di balik pembuatan video oleh Sitepu. Namun, publik menuntut klarifikasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang atau intervensi dalam proses hukum.
Pengamat politik lokal menilai bahwa kasus ini mencerminkan kebutuhan akan penguatan mekanisme pengawasan internal di tingkat daerah. “Kasus semacam ini menjadi pengingat bahwa transparansi penggunaan aset publik harus dijaga secara ketat,” kata seorang analis kebijakan daerah.
Sejauh ini, tidak ada tindakan hukum yang diambil terhadap Danke Rajagukguk atau Bupati Karo terkait tuduhan tersebut. Pemerintah Kabupaten Karo berjanji akan melakukan audit internal guna memastikan semua aset publik dipergunakan sesuai aturan yang berlaku.
Kasus ini masih dalam tahap pengembangan, dan masyarakat Karo menunggu hasil penyelidikan resmi serta langkah konkret yang diambil oleh pemerintah daerah untuk menegakkan akuntabilitas.


Komentar