Daerah
Beranda » Berita » Jalur 6-8 Stasiun Bogor Ditutup Sementara, Pembangunan Infrastruktur Mulai 15 April 2026

Jalur 6-8 Stasiun Bogor Ditutup Sementara, Pembangunan Infrastruktur Mulai 15 April 2026

Jalur 6-8 Stasiun Bogor Ditutup Sementara, Pembangunan Infrastruktur Mulai 15 April 2026
Jalur 6-8 Stasiun Bogor Ditutup Sementara, Pembangunan Infrastruktur Mulai 15 April 2026

Media Pendidikan – 15 April 2026 | Mulai Rabu, 15 April 2026, jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor resmi ditutup sementara untuk memulai rangkaian pekerjaan pengembangan infrastruktur perkeretaapian. Penutupan ini dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) guna memperpanjang ketiga jalur tersebut sehingga dapat menampung lebih banyak kereta komuter listrik (KRL) dan meningkatkan kelancaran operasional di wilayah Jawa Barat.

Proyek perpanjangan jalur diperkirakan memakan waktu 90 hari, dengan target selesai pada pertengahan Juli 2026. Selama periode ini, penumpang yang biasanya menggunakan jalur 6‑8 diharapkan melakukan perjalanan melalui jalur alternatif, yakni jalur 1‑5 yang masih beroperasi penuh. KAI telah menyiapkan papan informasi dan petugas di pintu masuk Stasiun Bogor untuk memberikan arahan serta menjawab pertanyaan penumpang.

Baca juga:

Rencana teknis meliputi penggalian tanah, pemasangan balok beton, serta instalasi sinyal modern yang terintegrasi dengan sistem kontrol pusat. Pekerjaan tersebut juga mencakup penambahan fasilitas drainase untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan, mengingat Stasiun Bogor berada di daerah dengan curah hujan tinggi. Semua material yang digunakan telah disertifikasi memenuhi standar keselamatan nasional.

Selama masa konstruksi, KAI menjamin tidak akan ada penurunan frekuensi layanan KRL secara signifikan. Jadwal kereta tetap akan dipertahankan dengan sedikit penyesuaian pada waktu tempuh karena rute alternatif. Penumpang yang mengalami keterlambatan dapat mengajukan komplain melalui layanan pelanggan KAI yang tersedia 24 jam.

Baca juga:

Penutupan sementara jalur 6‑8 ini diharapkan menjadi titik balik dalam upaya meningkatkan kapasitas jaringan kereta komuter di kawasan Bogor‑Depok‑Jakarta. Setelah selesai, Stasiun Bogor akan memiliki tiga jalur tambahan yang siap menampung lebih banyak kereta pada jam sibuk, mengurangi kepadatan penumpang dan mempercepat waktu tempuh. Pemerintah Daerah Bogor juga menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini sebagai bagian dari program revitalisasi transportasi publik.

Pengguna KRL diharapkan terus memantau informasi resmi melalui aplikasi KAI Access dan papan pengumuman di stasiun. Dengan selesainya proyek pada akhir Juli, diharapkan layanan kereta komuter di wilayah Bogor akan kembali lebih handal, nyaman, dan mampu mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang yang diproyeksikan mencapai 200 ribu per hari pada tahun 2027.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *