Media Pendidikan – 02 Juli 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan bahwa armada kereta api diesel mereka sudah sepenuhnya siap untuk beralih ke bahan bakar B50. Bahan bakar B50 adalah campuran antara 50% biodiesel dan 50% diesel. Kesiapan ini merupakan langkah maju dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
“Kami telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan bahwa armada kereta api kami dapat beroperasi dengan baik menggunakan bahan bakar B50,” kata salah satu pejabat KAI. “Kami berharap bahwa dengan beralih ke bahan bakar B50, kami dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghemat biaya operasional.”
Indonesia telah menetapkan target untuk meningkatkan penggunaan biodiesel menjadi 30% dari total konsumsi bahan bakar pada tahun 2030. Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah telah mengambil berbagai langkah, termasuk meningkatkan produksi biodiesel dan mengembangkan infrastruktur pendukung.
Data menunjukkan bahwa penggunaan biodiesel dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 78% dibandingkan dengan bahan bakar diesel. Selain itu, biodiesel juga dapat meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor.


Komentar