Nasional
Beranda » Berita » Imbas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL, KA Purwojaya ke Cilacap Masih Tertahan di Jatinegara

Imbas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL, KA Purwojaya ke Cilacap Masih Tertahan di Jatinegara

Imbas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL, KA Purwojaya ke Cilacap Masih Tertahan di Jatinegara
Imbas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL, KA Purwojaya ke Cilacap Masih Tertahan di Jatinegara

Media Pendidikan – 28 April 2026 | Tabrakan antara kereta api kelas eksekutif Argo Bromo–Anggrek dengan kereta listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada sore hari Rabu (26/04/2026) memicu penundaan parah pada jaringan kereta api Jabodetabek. Akibatnya, kereta jarak jauh Purwojaya yang berangkat menuju Cilacap terpaksa menunggu lama di Stasiun Jatinegara, meninggalkan ribuan penumpang dalam kondisi tidak pasti.

Kronologi kejadian

Pukul 16.30 WIB, KA Argo Bromo–Anggrek melintas jalur utama saat sebuah KRL beroperasi di lintasan paralel mengalami kegagalan sinyal. Kedua rangkaian kendaraan tersebut bertabrakan di area peron Timur Stasiun Bekasi, menimbulkan kerusakan pada pintu gerbong Argo Bromo serta sistem kelistrikan KRL. Tim tanggap darurat langsung mengevakuasi penumpang, namun proses penanganan memakan waktu lebih dari dua jam.

Baca juga:

Sementara itu, KA Purwojaya yang semula dijadwalkan tiba di Jatinegara pada pukul 18.00 WIB terpaksa menunggu hingga lebih dari tiga jam. Staf PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa kereta masih berada di jalur tunggal yang sedang diperbaiki, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Cilacap. Penumpang yang telah menunggu lama mengeluhkan kurangnya informasi yang jelas.

“Kami menunggu berjam‑jam, belum ada kepastian kapan kereta akan bergerak lagi,” kata seorang penumpang yang memilih tetap anonim. “Beberapa dari kami sudah kehabisan makanan, dan toilet di kereta mulai penuh. Kami berharap pihak berwenang segera memberi solusi,” tambahnya.

Dampak operasional

Kerusakan pada KA Argo Bromo mengakibatkan penarikan dua gerbong dari layanan, sementara KRL yang terlibat harus ditarik ke depot terdekat untuk perbaikan. Akibatnya, layanan KRL di koridor Jabodetabek mengalami keterlambatan rata‑rata 45 menit, memengaruhi lebih dari 200.000 penumpang harian.

Baca juga:

Data resmi KAI mencatat bahwa pada hari kejadian, sebanyak 12 kereta komuter dan 4 kereta jarak jauh terpaksa ditunda atau dialihkan. Pada jalur utama, frekuensi kereta turun dari 6 menjadi 4 kali per jam, menambah beban pada stasiun alternatif seperti Stasiun Manggarai dan Stasiun Tanah Abang.

Tindakan lanjutan

Pihak KAI menyatakan akan menyelesaikan perbaikan jalur di Bekasi Timur paling lambat sore berikutnya, dengan prioritas memulihkan layanan KA Purwojaya. Tim investigasi juga telah dibentuk untuk menelusuri penyebab kegagalan sinyal yang memicu tabrakan, serta menilai kerusakan struktural pada infrastruktur rel.

Dalam pernyataan resmi, Kepala Divisi Operasi KAI, Irwan Prasetyo, menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama. “Kami akan menyelesaikan perbaikan secepat mungkin dan memastikan bahwa semua kereta yang terlibat kembali beroperasi dengan standar keamanan yang ketat,” ujar Irwan.

Baca juga:

Penumpang yang mengalami kerugian akibat penundaan dijanjikan dapat mengajukan klaim refund atau kompensasi melalui layanan pelanggan KAI. Sementara itu, otoritas transportasi daerah mengimbau masyarakat untuk menggunakan alternatif transportasi publik hingga situasi kembali normal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *