Media Pendidikan – 05 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,99% pada periode perdagangan 30 Maret hingga 2 April 2026, mencatat level penutupan 7.026,782. Pada sesi tersebut, indeks sempat menyentuh level terendah 6.945,502, menandakan tekanan yang cukup signifikan di pasar domestik.
Penurunan utama berasal dari saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan energi. Saham PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif sebesar 26,78 poin, diikuti PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang menyumbang 26,67 poin. Empat saham perbankan juga masuk dalam daftar penekan: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) -15,72 poin, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) -11,98 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) -8,58 poin, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) -6,51 poin.
| Saham | Kontribusi Negatif (poin) |
|---|---|
| BREN | -26,78 |
| BYAN | -26,67 |
| BBRI | -15,72 |
| BBCA | -11,98 |
| BMRI | -8,58 |
| BBNI | -6,51 |
Selain empat saham di atas, beberapa saham lain memberikan tekanan tambahan, antara lain PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA), PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA), PT Bank Mega Tbk. (MEGA), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), masing-masing menyumbang kontribusi negatif di bawah 8 poin.
Aksi jual investor asing turut memperburuk sentimen. Selama seminggu terakhir, aliran net sell tercatat Rp2,94 triliun, menjadi salah satu faktor utama yang menurunkan harga saham domestik. Pada saat yang sama, likuiditas pasar menurun tajam; rata‑rata nilai transaksi harian turun 36,69% menjadi Rp14,77 triliun, sementara volume harian menurun 8,62% menjadi 25,87 miliar lembar.
Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona merah. Sektor keuangan turun 2,23%, sektor energi melemah 1,52%, dan sektor transportasi serta logistik turun 3,57%. Di sisi lain, sektor consumer cyclicals mencatat kenaikan 6,58% dan sektor industri naik 3,35%. Dari total 538 saham yang diperdagangkan, 203 saham mengalami penurunan lebih dari 2% sementara 335 saham menguat lebih dari 2%.
Para analis pasar menilai bahwa IHSG masih berpotensi rebound ke level sekitar 7.200 jika sentimen geopolitik membaik dan aliran dana asing berbalik menjadi net buy. Namun, volatilitas tetap tinggi mengingat ketidakpastian kebijakan moneter global dan fluktuasi harga minyak mentah yang terus memengaruhi sektor energi.


Komentar