Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Jakarta, 7 Mei 2026 – Pada sesi pembukaan perdagangan hari Kamis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan ke level 7.160,78, meningkat 68,32 poin atau sekitar 0,96 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Lonjakan ini terjadi setelah IHSG pada hari Rabu, 6 Mei 2026, berhasil menutup pada 7.092 poin dengan penguatan 0,5 persen. Analis dari BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai pergerakan terkini masih berada dalam rentang dinamis, namun menekankan pentingnya level resistansi di kisaran 7.100‑7.150. “IHSG berpotensi akan menguji level resistansi pada 7.100-7.150,” ujarnya, menambahkan bahwa kegagalan menembus zona tersebut dapat memicu koreksi kembali.
Level Support dan Resistansi
Pengaruh Investor Asing
Meski ada sentimen positif domestik, pasar masih dibayangi aksi jual bersih oleh investor asing. Pada perdagangan sebelumnya tercatat net sell asing mencapai Rp484 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas meliputi BMRI, BRPT, BBCA, CUAN, dan TPIA, menandakan tekanan jual yang masih menjadi perhatian pelaku pasar domestik.
Konteks Global
Penguatan IHSG juga dipengaruhi oleh pergerakan positif di bursa internasional. Indeks saham utama di Amerika Serikat, termasuk S&P 500 dan Nasdaq, mencatat kenaikan tajam setelah munculnya harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. S&P 500 naik 1,46 persen, Nasdaq Composite menguat 2,02 persen, dan Dow Jones naik 1,24 persen.
Namun, stabilitas pasar global masih rapuh setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan damai belum pasti tercapai dan mengingatkan kemungkinan pemboman kembali dengan skala lebih besar. Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran atas potensi eskalasi konflik.
Pasar Asia-Pasifik
Mayoritas bursa di kawasan Asia‑Pasifik juga mencatat penguatan. Indeks Kospi Korea Selatan melaju naik 6,45 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 1,22 persen, dan Taiex Taiwan naik 0,91 persen. Di Australia, indeks ASX 200 meningkat 1,30 persen. Saham teknologi unggulan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix mencapai rekor tertinggi, masing‑masing melonjak lebih dari 14 persen dan 10 persen.
Dengan dukungan sentimen global yang masih berfluktuasi, perhatian utama investor tetap pada kemampuan IHSG untuk menembus level resistansi kritis di 7.150 poin. Jika berhasil, pasar dapat melanjutkan tren naik; jika tidak, koreksi ringan mungkin terjadi dalam pekan mendatang.


Komentar