Media Pendidikan – 21 April 2026 | Pada Minggu, 19 April 2024, tim forensik kepolisian Badung mengumumkan identitas mayat pria yang ditemukan tergeletak di atas batu karang Pantai Gau, Desa Ungasan, Kuta Selatan. Korban ternyata adalah seorang karyawan es teler asal Jawa Barat yang sedang bekerja di Bali.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 07.30 WIB, ketika mereka sedang membersihkan pasir pantai. Pria berusia sekitar tiga puluh tahun itu tidak memiliki tanda pengenal, sehingga sempat memicu spekulasi tentang latar belakangnya. Setelah dilakukan proses otopsi dan pemeriksaan DNA, polisi berhasil mengidentifikasi korban melalui data KTP yang tercatat pada sistem kepolisian.
“Identitas korban berhasil kami konfirmasi melalui hasil otopsi dan data kependudukan. Kami memperoleh keterangan bahwa korban adalah seorang pria berusia 31 tahun, bekerja sebagai karyawan di sebuah gerai es teler di kawasan Kuta,” kata Kombes Polisi Badung, Budi Santoso, dalam konferensi pers di kantor Polsek Badung.
Penemuan mayat ini menimbulkan keprihatinan di kalangan pekerja migran, mengingat banyak warga Jawa Barat yang menempuh perjalanan ke Bali untuk mencari nafkah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada 2023, terdapat sekitar 250.000 pekerja migran dari Jawa Barat yang bekerja di Provinsi Bali.
Polisi Badung juga menambahkan bahwa penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap penyebab kematian. Hasil otopsi awal menunjukkan tanda-tanda luka memar di bagian kepala, namun belum dapat dipastikan apakah penyebab kematian akibat kecelakaan, kekerasan, atau faktor lain. Tim forensik akan melanjutkan analisis laboratorium untuk memastikan penyebab pasti.
Sementara itu, keluarga korban di Bandung telah dihubungi oleh pihak kepolisian dan akan diberikan bantuan pendampingan. “Kami sangat berterima kasih atas upaya polisi yang cepat mengidentifikasi almarhum. Kami berharap proses penyelidikan dapat mengungkap kebenaran demi keadilan keluarga,” ujar seorang kerabat dekat korban.
Kasus ini juga menjadi sorotan bagi aparat keamanan setempat untuk meningkatkan patroli di area pantai, khususnya pada jam-jam dini hari, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polisi Badung menegaskan komitmen mereka untuk terus mengusut setiap detail kasus ini hingga tuntas.


Komentar