Ekonomi
Beranda » Berita » HKTI Tepis Kritik Feri Amsari, Tegaskan Stok Beras Melimpah di Indonesia

HKTI Tepis Kritik Feri Amsari, Tegaskan Stok Beras Melimpah di Indonesia

HKTI Tepis Kritik Feri Amsari, Tegaskan Stok Beras Melimpah di Indonesia
HKTI Tepis Kritik Feri Amsari, Tegaskan Stok Beras Melimpah di Indonesia

Media Pendidikan – 20 April 2026 | Ketua Harian Himpunan Kader TNI (HKTI), Bachtiar Utomo, memberikan klarifikasi resmi pada hari ini setelah pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menyoroti dugaan ketidakmampuan Indonesia mencapai swasembada pangan. Bachtiar menegaskan bahwa data lapangan menunjukkan stok beras nasional berada pada tingkat melimpah, bukan krisis.

Kontroversi bermula ketika Feri Amsari dalam sebuah wawancara publik menyatakan kekhawatiran bahwa kebijakan pemerintah belum menjamin ketersediaan beras bagi seluruh rakyat. Pernyataan tersebut memicu perdebatan di media sosial, dengan sejumlah pihak menuntut transparansi data persediaan pangan.

Baca juga:

Menanggapi, Bachtiar Utomo menyampaikan bahwa HKTI secara rutin memantau situasi logistik pangan melalui jaringan anggotanya di seluruh provinsi. “Kami memiliki gambaran yang jelas tentang alur distribusi beras, dan saat ini stok beras di gudang-gudang utama masih dalam kondisi melimpah,” ujar Bachtiar dalam pernyataannya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan penyesuaian kebijakan distribusi sejak awal tahun, memastikan bahwa daerah‑daerah yang sebelumnya mengalami defisit kini menerima suplai tambahan. “Tidak ada indikasi penurunan signifikan dalam volume stok nasional. Sebaliknya, kami mencatat peningkatan cadangan strategis yang cukup untuk menutupi kebutuhan selama beberapa bulan ke depan,” tambahnya.

HKTI juga menyoroti peran sektor swasta dan koperasi dalam menjaga kestabilan pasokan beras. Melalui kerja sama dengan pelaku usaha agribisnis, stok beras dapat dialirkan secara cepat ke pasar domestik, mengurangi risiko penumpukan di satu titik. “Sinergi antara pemerintah, militer, dan pelaku pasar menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan pangan,” tegas Bachtiar.

Baca juga:

Walaupun demikian, Bachtiar tidak menutup kemungkinan adanya tantangan di masa mendatang. Ia mengingatkan pentingnya terus memantau fluktuasi produksi akibat faktor iklim dan harga global. “Kami tetap waspada terhadap potensi gangguan, namun pada saat ini kondisi riil menunjukkan bahwa stok beras tidak dalam bahaya,” katanya.

Pengamat ekonomi pangan menilai bahwa pernyataan HKTI sejalan dengan data resmi Kementerian Pertanian yang menunjukkan peningkatan produksi padi selama tiga musim tanam terakhir. Namun, mereka menekankan pentingnya transparansi berkelanjutan untuk menjaga kepercayaan publik.

Seiring pernyataan tersebut, pihak HKTI berjanji akan menyediakan laporan bulanan yang lebih detail mengenai persediaan beras, termasuk distribusi geografis dan tingkat stok di tiap provinsi. Langkah ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan publik serta memperkecil ruang bagi spekulasi.

Baca juga:

Dengan klarifikasi yang tegas, HKTI berusaha menenangkan kekhawatiran masyarakat dan menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *