Nasional
Beranda » Berita » Helikopter PK‑CFX Hilang Kontak di Sekadau, Tim SAR Temukan Serpihan Ekor 3 km Barat

Helikopter PK‑CFX Hilang Kontak di Sekadau, Tim SAR Temukan Serpihan Ekor 3 km Barat

Helikopter PK‑CFX Hilang Kontak di Sekadau, Tim SAR Temukan Serpihan Ekor 3 km Barat
Helikopter PK‑CFX Hilang Kontak di Sekadau, Tim SAR Temukan Serpihan Ekor 3 km Barat

Media Pendidikan – 17 April 2026 | Helikopter milik Angkasa Pura dengan registrasi PK‑CFX dilaporkan kehilangan kontak pada suatu penerbangan di wilayah Sekadau, Kalimantan Barat. Kejadian ini memicu aksi pencarian gabungan antara Tim SAR TNI‑AL, Basarnas, dan pihak kepolisian setempat.

Setelah sinyal komunikasi terputus, tim pencarian segera dikerahkan ke zona perkiraan keberadaan helikopter. Tim SAR melakukan penyisiran udara menggunakan helikopter lain serta patroli darat pada area hutan lebat yang dikenal sulit dijangkau. Pada hari berikutnya, petugas menemukan serpihan yang diyakini sebagai bagian ekor pesawat, terletak kira‑kira tiga kilometer ke arah barat dari titik awal hilangnya kontak.

Baca juga:

“Serpihan yang kami temukan merupakan bagian ekor helikopter PK‑CFX,” ujar salah satu komandan tim SAR yang berada di lokasi penemuan. Penemuan ini memberikan petunjuk penting tentang arah pergerakan helikopter sebelum menghilang, sekaligus menjadi titik fokus lanjutan operasi pencarian.

Data teknis yang diketahui menunjukkan bahwa lokasi penemuan berada di wilayah hutan tropis, dengan kondisi medan yang menantang. Jarak tiga kilometer dari titik awal menandakan helikopter kemungkinan masih berada dalam radius operasional sebelum mengalami kerusakan atau kecelakaan yang menyebabkan kehilangan kendali.

Baca juga:

Tim SAR melanjutkan pencarian dengan menggunakan peralatan deteksi logam dan drone pemantau, sambil mengumpulkan keterangan saksi di sekitar daerah Sekadau. Koordinat perkiraan titik awal kehilangan kontak belum dipublikasikan secara resmi, namun fokus utama tetap pada area hutan barat yang telah menghasilkan serpihan penting tersebut.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah penumpang atau awak yang berada di dalam helikopter pada saat kejadian. Pihak berwenang menekankan pentingnya menunggu hasil penyelidikan forensik pada serpihan yang ditemukan untuk memastikan penyebab pasti kehilangan kontak.

Baca juga:

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa operasi pencarian masih berlangsung intensif. Tim SAR berkoordinasi dengan otoritas penerbangan sipil untuk menyiapkan prosedur evakuasi darurat apabila terdapat korban yang selamat atau masih terperangkap di dalam puing‑puing pesawat.

Dengan penemuan bagian ekor helikopter PK‑CFX, harapan untuk mengungkap jalur terjadinya insiden ini meningkat. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi temuan dan melaporkan setiap temuan tambahan yang mungkin berhubungan dengan kecelakaan ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *