Media Pendidikan – 27 Mei 2026 | Sekelompok periset Indonesia diduga memalsukan riset untuk mengikuti konferensi ilmiah yang diselenggarakan di Copenhagen, Denmark. Dugaan skandal pemalsuan riset ini viral setelah diungkap oleh Wa Ode Dwi Daningrat di akun Instagramnya, Senin (25/5).
Masalah ini menjadi perbincangan di media sosial di Indonesia kemudian. Dwi merupakan peneliti Indonesia yang berkiprah di bidang clinical medicine di University of Oxford. Ia menemukan kejanggalan terhadap abstrak ilmiah yang disodorkan sekelompok periset tersebut dalam ISPPD 2026 yang berlangsung pada 17-21 Mei 2026.
Adapun Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri penyebab penyakit pneumokokus. Bakteri ini diklasifikasikan ke dalam serotipe berdasarkan struktur kimia kapsul polisakarida yang menyelubunginya. Serotipe inilah yang menentukan keganasan bakteri dan menjadi dasar pembuatan vaksin.
Kejanggalan lain yang ditemukan Dwi adalah identitas anggota kelompok riset tersebut. Menurutnya, satu anggota kelompok periset tersebut telah memalsukan identitas selama presentasi dengan menggunakan nama-nama yang berbeda, termasuk menggunakan nama laki-laki, berganti jilbab, dan kalung identitas berbeda.
Selain itu, panitia ISPPD akhirnya membatalkan hibah untuk kelompok periset tersebut pada 21 Mei 2026. Hanya saja pihak panitia memang tidak merilis informasi itu ke publik.


Komentar