Media Pendidikan – 23 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Galeri Indonesia Kaya menyelenggarakan pelatihan membuat gelung dan sanggul Nusantara bagi para ibu-ibu. Acara yang berlangsung pada 20–23 April 2026 ini dipandu oleh Make Up Artist senior, Mas Yudin, yang memiliki pengalaman lebih dari empat dekade di dunia tata rias.
Workshop Gelung Nusantara
Kegiatan dibagi menjadi dua kelas. Kelas profesional ditujukan bagi penata rias yang ingin memperdalam teknik gelung tradisional dari berbagai daerah, sedangkan kelas umum terbuka untuk masyarakat luas yang ingin mempelajari dasar‑dasarnya. Selama empat hari, peserta diajak mengeksplorasi ragam gaya rambut tradisional, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.
Gelung atau sanggul bukan sekadar aksesoris penataan rambut, melainkan simbol identitas budaya yang menyimpan filosofi masing‑masing wilayah. Di Sumatera, misalnya, gelung biasanya dihias dengan anyaman rotan, sementara di Bali bentuknya lebih melengkung dan dipadukan dengan bunga melati. Di Papua, sanggul ditata tinggi sebagai tanda status dalam upacara adat. Dengan mempraktikkan ragam gaya ini, ibu‑ibu tidak hanya belajar teknik, tetapi juga menginternalisasi nilai‑nilai kebudayaan yang selama ini terancam terlupakan.
“Saya merasa terhormat dapat memperkenalkan warisan rambut tradisional kepada generasi modern,” ujar Mas Yudin dalam sesi pembukaan. “Setiap helai rambut yang kami tata mengandung cerita panjang tentang daerah asalnya, dan melalui workshop ini kami berharap budaya tersebut dapat terus hidup di hati masyarakat.” Pengalaman lebih dari 40 tahun Mas Yudin menjadi nilai tambah, karena ia mampu menjelaskan teknik secara detail sambil menekankan pentingnya penghormatan terhadap simbol budaya.
Panitia Galeri Indonesia Kaya menegaskan bahwa tujuan utama program “Ruang Kreatif: Mengenal Gelung Nusantara” adalah mendorong apresiasi dan pelestarian budaya lokal. “Hari Kartini adalah momentum untuk mengangkat peran perempuan dalam melestarikan tradisi. Dengan memberikan kesempatan belajar secara praktis, kami berharap ibu‑ibu dapat menjadi duta budaya di lingkungan masing‑masing,” kata juru bicara Galeri Indonesia Kaya. Program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat penata rias profesional untuk memasukkan elemen tradisional ke dalam layanan modern mereka.
Pelatihan berakhir dengan sesi foto bersama, menampilkan hasil karya para peserta yang berhasil menata gelung sesuai dengan karakteristik daerah masing‑masing. Acara ini mendapat sambutan positif, menandakan bahwa inisiatif serupa dapat menjadi model bagi kegiatan budaya lainnya di masa depan.


Komentar