Ekonomi
Beranda » Berita » Harga Minyak Dunia Meroket Usai Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Meroket Usai Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Meroket Usai Iran Tutup Kembali Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Meroket Usai Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

Media Pendidikan – 20 April 2026 | Pasar energi global kembali bergolak pada Selasa, ketika Iran menutup kembali Selat Hormuz. Penutupan ini memicu lonjakan tajam pada harga minyak dunia, menambah ketidakpastian bagi para pelaku pasar internasional.

Iran menegaskan bahwa langkah penutupan tersebut diambil sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat. Menurut pihak Teheran, kapal-kapal serta pelabuhan Iran telah diblokade, sehingga Tehran memutuskan menutup jalur strategis yang selama ini menjadi tulang punggung pengiriman minyak dari Teluk Persia.

Baca juga:

Kenaikan harga terlihat pada indeks Brent, yang melambung sekitar 3 dolar per barrel atau hampir 4% dalam waktu singkat. Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran investor akan gangguan pasokan, mengingat Selat Hormuz menyumbang sekitar 20% pengiriman minyak mentah dunia.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Iran menegaskan, “Iran menilai tindakan Amerika melanggar gencatan senjata dan mengancam kepentingan nasional kami, sehingga penutupan Selat Hormuz menjadi langkah defensif yang diperlukan.” Pernyataan tersebut mempertegas alasan geopolitik di balik keputusan Tehran.

Baca juga:

Para analis memperingatkan bahwa fluktuasi harga dapat berlanjut selama ketegangan di wilayah tersebut belum mereda. Mereka menambahkan, bila selat tetap ditutup, produsen minyak lain mungkin akan menyesuaikan produksi untuk menstabilkan pasar, namun dalam jangka pendek volatilitas tetap tinggi.

Hingga saat ini, belum ada indikasi kapan Iran akan membuka kembali Selat Hormuz. Pemerintah Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi tuduhan pelanggaran gencatan senjata, namun diperkirakan dialog diplomatik akan menjadi kunci untuk menurunkan ketegangan dan mengembalikan alur perdagangan minyak ke kondisi normal.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *