Ekonomi
Beranda » Berita » Harga Emas Dunia Melonjak ke US$4.800 per Ons Usai Iran Tuduh Amerika Serikat Langgar Gencatan Senjata

Harga Emas Dunia Melonjak ke US$4.800 per Ons Usai Iran Tuduh Amerika Serikat Langgar Gencatan Senjata

Harga Emas Dunia Melonjak ke US$4.800 per Ons Usai Iran Tuduh Amerika Serikat Langgar Gencatan Senjata
Harga Emas Dunia Melonjak ke US$4.800 per Ons Usai Iran Tuduh Amerika Serikat Langgar Gencatan Senjata

Media Pendidikan – 10 April 2026 | Harga emas dunia mengalami lonjakan tajam, menembus level US$4.800 per ons pada pagi hari Senin, setelah Iran menuding Amerika Serikat melanggar gencatan senjata yang telah disepakati dalam konflik di Timur Tengah. Tuduhan tersebut menambah ketegangan geopolitik dan memicu pergerakan beli besar-besaran di pasar logam mulia, yang tradisionalnya dianggap sebagai aset safe haven.

Latar Belakang Tuduhan Iran

Iran secara resmi mengeluarkan pernyataan melalui kantor berita resmi negara, menuduh Amerika Serikat melakukan serangan udara di wilayah yang masih berada dalam zona gencatan senjata. Tehran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi PBB dan menegaskan bahwa aksi militer tersebut dapat memperburuk situasi keamanan regional. Sementara itu, Washington membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa operasi militernya bersifat terbatas dan berfokus pada target teroris.

Baca juga:

Dampak pada Pasar Emas Global

Reaksi pasar tidak memerlukan waktu lama. Pada sesi perdagangan awal, kontrak berjangka emas di New York (COMEX) naik lebih dari 2,5 persen, menembus rekor tertinggi tahunan. Investor institusional dan ritel berbondong-bondong beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian politik dan potensi eskalasi konflik. Analis dari bank investasi internasional mencatat bahwa aksi jual aset berisiko seperti saham teknologi dan mata uang emerging market berbarengan dengan kenaikan permintaan emas.

Lonjakan ini juga tercermin pada harga emas spot di pasar Asia, termasuk di Indonesia. Harga emas batangan di toko-toko perhiasan naik sekitar 150 ribu rupiah per gram dibandingkan minggu sebelumnya, menambah beban bagi konsumen yang sudah menghadapi inflasi tinggi.

Secara historis, setiap kali terjadi gejolak geopolitik, emas biasanya mencatat kenaikan nilai. Contohnya, pada tahun 2020 ketika pandemi COVID-19 melanda, emas mencapai US$2.000 per ons. Pada 2022, konflik di Ukraina memicu emas menyentuh US$2.300. Lonjakan ke US$4.800 ini menjadi yang tertinggi sejak krisis energi 1970-an, menandakan besarnya persepsi risiko di kalangan pelaku pasar.

Baca juga:

Beberapa pakar ekonomi menilai bahwa kenaikan harga emas belum tentu bersifat permanen. Mereka mengingatkan bahwa faktor fundamental seperti suku bunga Fed, data inflasi, dan kebijakan fiskal Amerika Serikat tetap menjadi penentu utama pergerakan jangka panjang. Jika tekanan geopolitik mereda, emas dapat kembali ke kisaran US$4.000-4.200 per ons.

Namun, dalam jangka pendek, volatilitas diperkirakan akan tetap tinggi. Investor disarankan untuk memperhatikan sinyal-sinyal politik, terutama perkembangan negosiasi gencatan senjata di Gaza dan respons militer Amerika Serikat. Diversifikasi portofolio dengan alokasi emas yang proporsional dapat menjadi strategi mitigasi risiko yang efektif.

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan lembaga keuangan untuk tidak menganggap lonjakan harga emas sebagai peluang spekulasi semata. Penjualan kredit berbasis emas harus tetap memperhatikan kemampuan nasabah dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar dan harga komoditas.

Baca juga:

Secara keseluruhan, tuduhan Iran terhadap Amerika Serikat telah memicu sentimen pasar yang sangat sensitif terhadap faktor geopolitik. Emas, sebagai aset safe haven, kembali menegaskan perannya dalam melindungi nilai kekayaan pada masa ketidakpastian. Para pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan diplomatik dan kebijakan moneter global untuk menyesuaikan strategi investasi mereka.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *