Media Pendidikan – 31 Mei 2026 | Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga patokan ekspor (HPE) biji kakao periode Juni 2026 sebesar USD3.511 per metrik ton, naik USD549 atau 18,53 persen dibandingkan pada periode Mei 2026.
Kenaikan HPE terjadi seiring meningkatnya harga referensi (HR) biji kakao yang mencapai USD3.832,17 per metrik ton, naik USD563,48 atau 17,24 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, mengatakan kenaikan dipicu gangguan logistik global, seperti penutupan Selat Hormuz yang meningkatkan biaya pengiriman internasional.
"Kenaikan HR dan HPE biji kakao karena ditutupnya Selat Hormuz yang mengakibatkan peningkatan biaya," ujarnya.
Selain faktor logistik, kenaikan harga kakao juga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari Nigeria, membuat pasokan global semakin ketat dan mendorong harga naik.
Pemerintah menetapkan bea keluar biji kakao periode Juni 2026 sebesar 7,5 persen, dan pemerintah mengenakan pungutan ekspor sebesar 7,5 persen sebagai bagian dari pengaturan perdagangan komoditas perkebunan.


Komentar