Media Pendidikan – 27 April 2026 | KH Abdussalam Shohib, yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Salam, mengunjungi Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Minggu, 26 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, Gus Salam menyingkap pesan yang disampaikan oleh KH Muhammad Wildan Salman, alias Guru Wildan, mengenai arah strategi Nahdlatul Ulama (NU) ke depan.
Guru Wildan menegaskan pentingnya menempatkan keilmuan pesantren sebagai landasan utama bagi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga harus menjadi sumber utama referensi keilmuan yang dapat menuntun kebijakan dan program NU dalam menjawab tantangan zaman.
“NU harus dilandasi keilmuan pesantren,” ujar Gus Salam mengutip langsung pernyataan Guru Wildan dalam sambutan yang hangat. Kutipan tersebut menegaskan harapan agar seluruh elemen NU, mulai dari kader hingga pimpinan, menginternalisasi nilai-nilai akademik pesantren dalam setiap langkah kebijakan mereka.
Pertemuan itu juga menjadi ajang diskusi antara para tokoh pesantren dan pimpinan PWNU Kalsel mengenai cara memperkuat sinergi antara tradisi keilmuan pesantren dengan dinamika sosial‑ekonomi masyarakat modern. Meskipun tidak diungkapkan angka spesifik, kehadiran perwakilan dari berbagai pesantren di wilayah Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen kolektif untuk mengimplementasikan pesan tersebut secara nyata.
Pesantren, sebagai institusi pendidikan Islam tradisional, telah lama menjadi fondasi pembentukan generasi muslim yang berpendidikan dan berakhlak. Dengan menekankan keilmuan pesantren, Guru Wildan berharap NU dapat memperkuat identitas keagamaan yang berakar kuat pada literasi agama, sekaligus menambah kredibilitas dalam peran sosialnya.
Gus Salam menutup kunjungan dengan menekankan perlunya aksi konkret. Ia menyatakan bahwa NU perlu menyusun program-program yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas kurikulum pesantren, pelatihan guru, serta penyediaan sumber daya yang memadai. Harapannya, strategi ini dapat menjawab kebutuhan umat secara lebih terintegrasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Dengan pesan kuat tersebut, diharapkan NU akan lebih fokus pada pembinaan keilmuan pesantren sebagai pilar utama dalam menghadapi tantangan masa depan, memperkuat peran sosial‑keagamaan, dan meneguhkan posisi sebagai kekuatan moral bangsa.


Komentar