Media Pendidikan – 19 Juni 2026 | Bank investasi Goldman Sachs telah menurunkan proyeksi harga emas pada akhir 2026 sebesar USD 500 per ons. Revisi tersebut dilakukan setelah Federal Reserve (The Fed) tidak lagi diperkirakan memangkas suku bunga pada tahun depan.
Analisis ini didasarkan pada kondisi ekonomi yang masih berisiko dan potensi tekanan terhadap harga emas. Namun, mereka juga menyebutkan bahwa bank sentral masih akan membeli emas dalam jumlah besar, yang dapat membantu menjaga harga emas stabil.
Pada pekan ini, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga. Namun, sejumlah pejabat bank sentral AS memberikan sinyal dukungan yang lebih kuat terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada tahun ini.
Goldman Sachs menyebut revisi target harga emas dipengaruhi oleh perkiraan arus masuk dana ke exchange traded fund (ETF) emas yang lebih rendah. Kondisi tersebut sejalan dengan perubahan proyeksi ekonom Goldman terkait jadwal pelonggaran moneter di AS.
Kini, Goldman memperkirakan pemangkasan suku bunga terjadi pada Juni dan Desember tahun depan. Sebelumnya, penurunan suku bunga diproyeksikan berlangsung pada Desember 2026 dan Maret 2027.
Analisis ini menunjukkan bahwa harga emas masih sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan kebijakan moneter. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang lebih lanjut sebelum membuat keputusan investasi.


Komentar