Media Pendidikan – 28 April 2026 | Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa Tengah, telah menyampaikan arahan penting kepada BGN untuk mempercepat pemerataan pelaksanaan Program Makanan Berbasis Gizi (MBG) di wilayah tiga‑titik (3T). Dalam pernyataan yang diberikan secara terbuka, Nanik menegaskan bahwa Gibran menekankan perlunya kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna membangun dapur MBG yang mampu melayani daerah terpencil secara lebih efektif.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif nasional yang menargetkan peningkatan gizi anak balita dan ibu hamil melalui penyediaan makanan berbasis lokal. Dengan melibatkan BUMN, diharapkan proses pembangunan dapur dapat berjalan lebih cepat karena perusahaan milik negara memiliki sumber daya finansial, logistik, serta jaringan distribusi yang luas. BUMN yang terlibat diperkirakan akan menyediakan fasilitas produksi, mesin pengolahan, serta sistem distribusi yang memudahkan penyaluran makanan bergizi ke posyandu, puskesmas, dan sekolah di wilayah 3T.
Wilayah tiga‑titik, yang mencakup daerah terpencil, terluar, dan tertinggal, selama ini menghadapi tantangan besar dalam akses layanan kesehatan dan gizi. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa sekitar 15 % penduduk 3T berada di zona berisiko tinggi mengalami stunting. Dengan penambahan dapur MBG yang dikelola bersama BUMN, diharapkan angka tersebut dapat berkurang secara signifikan dalam jangka menengah. Selain itu, proyek ini diharapkan menciptakan lapangan kerja lokal, meningkatkan kapasitas produksi pangan berbasis komunitas, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ke depan, BGN bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyusun rencana implementasi detail, termasuk pemetaan lokasi prioritas, penetapan mitra BUMN, dan jadwal pembangunan dapur. Nanik menegaskan bahwa proses ini akan dipantau secara berkala untuk memastikan bahwa setiap dapur yang dibangun memenuhi standar keamanan pangan serta dapat beroperasi secara berkelanjutan. Dengan langkah ini, diharapkan wilayah 3T dapat menikmati akses makanan bergizi yang setara dengan wilayah lain, sekaligus menurunkan prevalensi gizi buruk di Jawa Tengah.


Komentar