Perguruan Tinggi
Beranda » Berita » Gamelan Unnes Dicuri, 13 Demung Hilang Nilai Rp 35 Juta

Gamelan Unnes Dicuri, 13 Demung Hilang Nilai Rp 35 Juta

Gamelan Unnes Dicuri, 13 Demung Hilang Nilai Rp 35 Juta
Gamelan Unnes Dicuri, 13 Demung Hilang Nilai Rp 35 Juta

Media Pendidikan – 23 April 2026 | Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaporkan kehilangan 13 bilah demung gamelan yang disimpan di Laboratorium Seni Musik Gedung B7. Nilai total perkiraan kerugian mencapai sekitar Rp 35 juta. Kasus ini menambah deretan pencurian alat musik tradisional di lingkungan kampus, setelah insiden serupa terjadi di Yogyakarta dan Solo.

Kepala UPT Humas Unnes, Rahmat Petuguran, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan, “Benar bahwa Unnes kehilangan 13 bilah demung yang tersimpan di Gedung B7 (Laboratorium Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni)”. Pihak kampus kini mengumpulkan bukti internal, termasuk rekaman CCTV, untuk dilaporkan kepada pihak berwajib.

Baca juga:

Rekaman CCTV menunjukkan pelaku memasuki gedung sekitar pukul 12.20 WIB dan keluar sekitar pukul 12.40 WIB. Selama rentang waktu dua puluh menit itu, pelaku tampak bergerak dari Laboratorium Seni Musik ke Gedung P8, sebelum meninggalkan area. Pihak kampus telah menyerahkan hasil olah TKP kepada polisi dan terus memantau jejak digital yang ada.

Demung yang hilang terbuat dari perunggu berkualitas, dengan berat tiap bilah antara 2,5 hingga 3 kilogram. Harga pasar satu bilah dapat mencapai Rp 3 juta, sehingga total kerugian diperkirakan mencapai Rp 35 juta. Selain nilai material, kehilangan ini mengganggu proses pembelajaran mahasiswa seni musik dan tari yang bergantung pada perangkat tradisional tersebut.

Baca juga:

Unnes mencurigai adanya keterkaitan dengan kasus serupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, ISI Solo, serta Universitas Gadjah Mada (UGM). Burhan menilai, “Ada kemiripan dengan kasus pencurian alat musik tradisional di Yogyakarta dan Solo. Karena ada laporan dari ISI Yogyakarta dan Solo juga UGM,” sehingga menimbulkan dugaan operasi pencurian terkoordinasi yang menargetkan aset budaya yang tidak mudah diganti.

Koordinasi dengan kepolisian telah dilakukan, termasuk pengiriman hasil rekaman CCTV dan pengolahan TKP. Pihak kampus berjanji akan meningkatkan sistem keamanan di laboratorium, menambah jumlah kamera, serta memperketat akses masuk ke ruangan penyimpanan gamelan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Baca juga:

Kasus pencurian gamelan ini menegaskan pentingnya perlindungan terhadap warisan budaya di institusi pendidikan. Sementara penyelidikan masih berjalan, Unnes berharap pelaku dapat ditangkap dan barang yang hilang dapat dipulihkan, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung tanpa hambatan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *