Media Pendidikan – 20 April 2026 | Jakarta, 20 April 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Ekonomi Indonesia tetap tangguh meski berada di tengah gejolak ekonomi global. “Ekonomi Indonesia tetap tangguh meski gejolak global,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, menambahkan bahwa stabilitas tersebut didukung oleh peran strategis APBN sebagai penahan guncangan.
Peran APBN dalam Menjaga Stabilitas Fiskal
Langkah‑langkah tersebut mencakup penguatan program infrastruktur, subsidi energi yang terukur, serta dukungan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian. Purbaya menekankan bahwa alokasi anggaran harus selaras dengan reformasi struktural yang sedang dijalankan, guna meningkatkan efisiensi belanja dan memaksimalkan dampak pertumbuhan.
Resiliensi di Tengah Gejolak Global
Dalam konteks ketidakpastian ekonomi dunia, Indonesia tetap mencatat pertumbuhan solid yang didukung oleh permintaan domestik yang kuat. Inflasi berada pada level rendah, menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. Purbaya menambahkan bahwa kebijakan moneter yang kooperatif dengan otoritas terkait memperkuat rangkaian upaya menjaga stabilitas harga.
Reformasi struktural yang terus digalakkan, termasuk penyederhanaan regulasi investasi dan perbaikan iklim usaha, memberikan sinyal positif bagi investor asing. “Kombinasi antara kebijakan fiskal yang prudent dan reformasi struktural menjadi fondasi utama ketahanan ekonomi kami,” tegasnya.
Prospek ke Depan
Purbaya menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa ekonomi Indonesia akan terus menunjukkan ketangguhan dalam jangka menengah. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan pertumbuhan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan APBN serta kelancaran pelaksanaan reformasi yang telah direncanakan. Dengan fondasi fiskal yang kuat, pemerintah berkomitmen untuk terus menahan guncangan eksternal dan menjaga kestabilan ekonomi nasional.


Komentar