Media Pendidikan – 09 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026 – Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia menegaskan bahwa situasi keamanan di negara tujuannya tetap terjaga meski tengah terjadi ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dihadiri oleh wartawan nasional dan internasional pada Senin (8/4).
Jaminan Keamanan dari Kedutaan Besar
Ia menambahkan bahwa seluruh fasilitas kedutaan dan konsulat di Dubai, Abu Dhabi, serta kota-kota besar lainnya telah dilengkapi dengan sistem peringatan dini. “Jika terjadi eskalasi yang mempengaruhi keselamatan warga asing, kami siap menyalurkan evakuasi atau penempatan sementara di zona aman,” tegasnya.
85.000 WNI di Uni Emirat Arab
Data resmi Kementerian Luar Negeri RI mencatat bahwa terdapat lebih dari 85.000 WNI yang tinggal, bekerja, atau menempuh studi di Uni Emirat Arab. Mayoritas berada di sektor konstruksi, perhotelan, serta layanan kesehatan, sementara sebagian kecil berkarier di bidang keuangan dan teknologi informasi.
Keberadaan komunitas Indonesia yang begitu besar menjadikan UEA salah satu tujuan migrasi tenaga kerja terpopuler dalam lima tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan visa kerja yang relatif fleksibel, tingkat upah yang kompetitif, serta standar kehidupan yang tinggi.
Langkah Pemerintah Indonesia
Menanggapi pernyataan Dubes, Kementerian Luar Negeri RI mengimbau WNI di UEA untuk tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan melaporkan situasi darurat melalui hotline konsuler yang tersedia 24 jam. “Kami berkoordinasi erat dengan Kedutaan Besar UEA untuk memastikan bahwa setiap kebutuhan warga negara kami dapat dipenuhi secara cepat dan tepat,” kata Menteri Luar Negeri dalam pernyataan tertulis.
Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan pekerja migran untuk tidak terlibat dalam aktivitas politik atau protes yang dapat menimbulkan risiko keamanan. Pemerintah juga menyiapkan program pendampingan psikologis bagi mereka yang mengalami stres akibat situasi geopolitik yang tidak menentu.
Reaksi Masyarakat Indonesia
Berbagai komunitas Indonesia di Dubai dan Abu Dhabi menyambut baik jaminan keamanan tersebut. Seorang pekerja konstruksi asal Jawa Barat, yang memilih tetap anonim, menyatakan, “Saya merasa lebih tenang setelah mendengar Dubes menegaskan keamanan di sini. Kami akan terus memantau berita, tetapi saat ini tidak ada gangguan yang mengancam pekerjaan kami.”
Namun, sebagian kecil warga mengungkapkan kekhawatiran terkait potensi penurunan harga minyak dan fluktuasi pasar yang dapat memengaruhi ekonomi UEA. Mereka berharap pemerintah Indonesia dapat terus memberikan informasi yang transparan dan dukungan konsuler yang memadai.
Secara keseluruhan, pernyataan Dubes UEA memperkuat keyakinan bahwa meski konflik di Timur Tengah semakin kompleks, negara tuan rumah tetap berkomitmen menjaga stabilitas dan keamanan bagi semua penduduknya, termasuk WNI. Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan perlindungan maksimal bagi warga negara di luar negeri.


Komentar