Media Pendidikan – 06 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Bogor resmi meluncurkan dua unit bus listrik yang akan menghubungkan Stasiun Bojonggede dengan Sentul City pada Senin (6 April 2026). Kedua kendaraan ramah lingkungan ini dioperasikan secara gratis bagi penumpang, menandai langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat jaringan transportasi publik yang berkelanjutan.
Peluncuran ini datang di tengah peningkatan tekanan lalu lintas di wilayah Bogor, khususnya pada koridor Bojonggede‑Sentul yang selama ini menjadi jalur utama bagi komuter dan wisatawan. Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan penurunan signifikan pada penggunaan kendaraan pribadi dengan menyediakan alternatif transportasi yang nyaman, cepat, dan bebas emisi.
Bus listrik yang diperkenalkan memiliki spesifikasi teknis yang menonjol. Setiap unit dilengkapi dengan baterai lithium‑ion berkapasitas tinggi, memungkinkan jarak tempuh hingga seratus kilometer dalam satu kali pengisian. Kecepatan maksimal mencapai delapan puluh kilometer per jam, sementara kapasitas penumpang mencapai empat puluh enam orang, termasuk ruang khusus bagi penyandang disabilitas. Fitur-fitur utama dapat dilihat pada daftar berikut:
- Kapasitas penumpang empat puluh enam orang
- Baterai lithium‑ion dengan jangkauan seratus kilometer
- Pengisian cepat dalam tiga puluh menit
- Sistem pendingin ruangan berbasis energi listrik
- Desain interior yang ramah difabel
Rute yang dipilih menghubungkan Stasiun Bojonggede, yang merupakan simpul kereta api utama di Kabupaten Bogor, dengan Sentul City, kawasan hunian dan pusat perbelanjaan yang berkembang pesat. Jadwal operasional dimulai pukul lima belas menit setelah matahari terbit hingga dua puluh empat jam, dengan frekuensi kedatangan setiap dua belas menit pada jam sibuk. Pemerintah berharap layanan ini dapat melayani lebih dari lima ribu penumpang per hari dalam tiga bulan pertama.
Bupati Bogor, H. Ade Yani, dalam sambutannya menegaskan bahwa kebijakan layanan gratis ini merupakan bagian dari program “Transportasi Hijau untuk Semua”. Ia menyatakan, “Kami ingin memberikan akses transportasi yang terjangkau sekaligus menurunkan jejak karbon. Bus listrik ini adalah bukti komitmen kami terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.”
Dari sisi lingkungan, penggunaan bus listrik diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon dioksida sebesar tiga ratus ton per tahun, setara dengan penanaman dua ribu pohon jati. Selain itu, kebisingan yang dihasilkan jauh lebih rendah dibandingkan bus diesel konvensional, menciptakan suasana kota yang lebih tenang dan nyaman.
Dari segi ekonomi, proyek ini didanai melalui alokasi dana APBD 2026 serta dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui program subsidi kendaraan listrik. Pemerintah menargetkan penambahan sepuluh unit bus listrik tambahan pada akhir tahun 2026, dengan harapan memperluas jaringan ke daerah lain seperti Ciawi dan Sukamakmur.
Reaksi masyarakat setempat tampak positif. Warga Bojonggede menyambut antusias layanan gratis yang diharapkan dapat mengurangi biaya transportasi harian. Sementara penduduk Sentul City menilai kehadiran bus listrik sebagai nilai tambah bagi properti mereka, sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi investor.
Secara keseluruhan, peluncuran dua unit bus listrik gratis ini menandai tonggak penting dalam transformasi mobilitas Kabupaten Bogor. Dengan mengintegrasikan teknologi bersih, kebijakan tarif gratis, dan fokus pada konektivitas wilayah, pemerintah daerah berupaya menciptakan ekosistem transportasi yang inklusif, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim. Keberhasilan program ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam mengadopsi solusi transportasi ramah lingkungan.


Komentar