Internasional
Beranda » Berita » Megawati Usulkan Bandung Conference 2.0 untuk Redam Ketegangan Global

Megawati Usulkan Bandung Conference 2.0 untuk Redam Ketegangan Global

Megawati Usulkan Bandung Conference 2.0 untuk Redam Ketegangan Global
Megawati Usulkan Bandung Conference 2.0 untuk Redam Ketegangan Global

Media Pendidikan – 19 April 2026 | Presiden Megawati Soekarnoputri mengemukakan gagasan peluncuran kembali pertemuan internasional dengan nama Bandung Conference 2.0. Inisiatif tersebut ditujukan sebagai upaya strategis untuk menurunkan intensitas ketegangan yang melanda dunia pada masa kini.

Usulan itu muncul dalam konteks dinamika geopolitik yang semakin kompleks, di mana konflik regional dan persaingan kekuatan besar menimbulkan ketidakstabilan. Megawiti menekankan perlunya platform dialog yang dapat menyatukan negara‑negara berkembang serta memperkuat jaringan kerja sama lintas‑benua.

Baca juga:

“Megawati proposes Bandung Conference 2.0 to counter global tensions,” menjadi kutipan utama yang mencerminkan inti tujuan konferensi baru tersebut. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa konferensi ini bukan sekadar simbol, melainkan forum konkret untuk menyalurkan aspirasi bersama dalam mengatasi permasalahan dunia.

Rencana konferensi 2.0 diharapkan melibatkan pemimpin politik, diplomat, akademisi, serta perwakilan masyarakat sipil dari berbagai negara. Mekanisme partisipatif tersebut dirancang agar setiap pihak dapat menyampaikan pandangan serta solusi praktis yang relevan dengan tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga keamanan siber.

Baca juga:

Megawati juga menyoroti peran historis Indonesia dalam diplomasi selaras dengan semangat Perserikatan Bangsa‑Bangsa. Ia mengingatkan bahwa konferensi pertama pada tahun 1955 berhasil mempererat solidaritas negara‑negara Asia‑Afrika, dan berharap versi yang diperbarui dapat meniru keberhasilan tersebut dalam konteks modern.

Dengan mengusulkan Bandung Conference 2.0, Megawati berusaha menegaskan posisi Indonesia sebagai mediator yang dapat menjembatani perbedaan kepentingan global. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kepada komunitas internasional bahwa negara kepulauan ini siap memikul peran aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *