Media Pendidikan – 21 April 2026 | DJI meluncurkan varian terbaru drone konsumen, DJI Avata 360, dengan harga resmi Rp10 juta. Peluncuran ini terjadi di tengah persaingan sengit di pasar drone global pada awal 2026, khususnya melawan produk baru dari Insta360, Antigravity A1.
Antigravity A1, yang diumumkan pada akhir 2025, merupakan drone panoramik 360 derajat yang menandai langkah berani perusahaan asal Taiwan untuk menembus segmen yang selama ini didominasi oleh raksasa China, DJI. Kedua produk ini menargetkan kalangan kreator konten yang menginginkan rekaman aerial 360 derajat dengan kualitas tinggi.
“Perang di langit industri drone global memanas awal 2026 ini,” catat laporan industri. DJI menanggapi tantangan tersebut dengan menurunkan harga flagship-nya, Avata 360, menjadi Rp10 juta—sejumlah lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya yang berharga di atas Rp15 juta. Penetapan harga ini dipandang sebagai strategi untuk mempertahankan pangsa pasar dan menekan margin kompetitor.
Insta360, di sisi lain, menempatkan Antigravity A1 pada rentang harga premium yang belum diungkap secara pasti, namun diperkirakan berada di atas Rp12 juta. Produk tersebut menonjolkan kemampuan stabilisasi tiga poros dan pemrosesan video real‑time tanpa perlu perangkat tambahan. Meskipun begitu, harga yang lebih tinggi menjadi tantangan utama ketika konsumen membandingkan nilai fungsional dengan DJI Avata 360 yang kini lebih terjangkau.
Data pasar menunjukkan bahwa penjualan drone konsumen di Asia Tenggara meningkat 18 % pada kuartal pertama 2026, dengan DJI masih memegang lebih dari 60 % pangsa pasar. Namun, pertumbuhan cepat dari merek‑merek baru seperti Insta360 menandakan pergeseran dinamika kompetitif. Para analis memperkirakan bahwa kehadiran Antigravity A1 akan memaksa DJI untuk terus menyesuaikan strategi harga dan inovasi produk.
Seorang juru bicara DJI menyatakan, “Kami berkomitmen menghadirkan teknologi terdepan dengan harga yang dapat dijangkau oleh kreator muda dan profesional,” sambil menegaskan bahwa Avata 360 dilengkapi sensor obstacle avoidance generasi terbaru serta fitur kontrol gestur yang memudahkan pengambilan gambar 360 derajat secara intuitif.
Di sisi lain, perwakilan Insta360 menambahkan, “Antigravity A1 dirancang untuk memberikan kebebasan total dalam merekam dunia dalam satu putaran, tanpa mengorbankan stabilitas atau kualitas visual.” Pernyataan ini menegaskan posisi produk sebagai solusi premium bagi mereka yang mengutamakan keunggulan teknis.
Dengan harga Rp10 juta, DJI Avata 360 menawarkan paket lengkap: kamera 4K/60fps, mode Follow Me, serta integrasi langsung dengan aplikasi DJI Fly. Sementara Antigravity A1 menonjolkan mode pemotretan otomatis 6K 360 derajat dan kemampuan streaming langsung ke platform media sosial. Kedua perangkat bersaing tidak hanya pada harga, melainkan juga pada fitur yang menyesuaikan kebutuhan konten kreator modern.
Ke depan, industri diprediksi akan menyaksikan lanjutan persaingan harga dan inovasi. Baik DJI maupun Insta360 berencana meluncurkan pembaruan firmware pada kuartal berikutnya, yang dapat memperluas fungsi AI‑driven tracking dan meningkatkan efisiensi baterai. Persaingan ini diharapkan mempercepat adopsi teknologi drone 360 derajat di pasar konsumen Indonesia dan wilayah sekitarnya.


Komentar