Nasional
Beranda » Berita » Damkar Jakarta Selatan Evakuasi 10 Penumpang MRT Lebak Bulus yang Terjebak Lift Akibat Padam Listrik

Damkar Jakarta Selatan Evakuasi 10 Penumpang MRT Lebak Bulus yang Terjebak Lift Akibat Padam Listrik

Damkar Jakarta Selatan Evakuasi 10 Penumpang MRT Lebak Bulus yang Terjebak Lift Akibat Padam Listrik
Damkar Jakarta Selatan Evakuasi 10 Penumpang MRT Lebak Bulus yang Terjebak Lift Akibat Padam Listrik

Media Pendidikan – 10 April 2026 | Pada sore hari Kamis, 9 April 2024, sepuluh penumpang kereta MRT terperangkap di dalam lift Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, setelah terjadi pemadaman listrik di stasiun. Kejadian tersebut menimbulkan kepanikan, terutama karena mayoritas penumpang yang terjebak adalah perempuan, termasuk seorang wanita hamil.

Laporan Darurat dan Respons Cepat Damkar

Pengendali sekaligus Komandan Regu Dalkarmat Jakarta Selatan, Fadila Bunyamin, menyampaikan bahwa tim menerima laporan darurat pada pukul 18.16 WIB. Segera setelah laporan diterima, satu unit fire rescue dikerahkan ke lokasi dengan perlengkapan lengkap untuk melakukan penyelamatan.

Baca juga:

Upaya Membuka Lift Secara Paksa

Tim teknis RBM (Railway Business Management) berusaha membuka pintu lift secara manual, namun tidak berhasil karena tidak ada suplai listrik. Setelah berkonsultasi dengan Station Manager, tim Damkar diberikan persetujuan untuk membuka pintu lift secara paksa. Proses pemaksaan membuka pintu dimulai sekitar pukul 18.24 WIB dan selesai dalam waktu singkat, memungkinkan penumpang keluar dengan selamat.

Evakuasi Penumpang

Setelah pintu lift berhasil dibuka, sepuluh penumpang, mayoritas wanita, dikeluarkan satu per satu. Semua penumpang dalam kondisi baik, tidak ada yang mengalami luka. Penumpang hamil yang terjebak juga berhasil dievakuasi tanpa komplikasi. Petugas keamanan stasiun membantu mengarahkan penumpang ke area aman setelah mereka keluar dari lift.

Baca juga:

Penjelasan Resmi dari Pihak Damkar

Fadila Bunyamin menegaskan bahwa pemadaman listrik terjadi pada pukul 17.58 WIB, yang mengakibatkan lift tidak dapat beroperasi. Karena tidak ada daya, tim keamanan stasiun tidak dapat membuka pintu secara normal. Dengan koordinasi cepat antara tim RBM, Station Manager, dan Damkar, proses evakuasi dapat dilaksanakan tanpa korban.

Kesimpulan

Kejadian ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan darurat di fasilitas transportasi publik. Respons cepat tim pemadam kebakaran serta kerja sama lintas unit berhasil menghindari potensi tragedi. Pemerintah daerah dan operator MRT diharapkan terus meningkatkan prosedur keselamatan serta sistem cadangan listrik agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *