Sains & Teknologi
Beranda » Berita » China Siapkan Satelit Internet untuk Bersaing dengan Starlink

China Siapkan Satelit Internet untuk Bersaing dengan Starlink

China Siapkan Satelit Internet untuk Bersaing dengan Starlink
China Siapkan Satelit Internet untuk Bersaing dengan Starlink

Media Pendidikan – 20 April 2026 | Pada 20 April 2026, China meluncurkan sebuah roket yang membawa satelit uji ke orbit. Peluncuran ini menandai langkah awal pemerintah dan badan antariksa China dalam mengembangkan jaringan internet satelit yang dirancang untuk menyaingi layanan global Starlink milik SpaceX.

Roket tersebut diluncurkan dari pusat peluncuran di daratan China dan berhasil menempatkan satelit percobaan pada ketinggian orbit rendah, posisi yang umum dipilih untuk konstelasi satelit komunikasi. Satelit uji ini akan menjalani serangkaian pengujian teknis, termasuk penilaian kestabilan sinyal, kapasitas transmisi data, serta kemampuan menghubungkan wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh jaringan kabel tradisional.

Baca juga:

Langkah ini muncul di tengah dominasi Starlink yang telah mengoperasikan ratusan satelit untuk menyediakan layanan broadband di seluruh dunia, termasuk di daerah terpencil. China, yang selama beberapa dekade terakhir menginvestasikan dana besar dalam program luar angkasa, kini berusaha memperluas kehadiran digitalnya lewat infrastruktur satelit yang mandiri. Menurut analis industri, keberhasilan proyek uji coba ini dapat mempercepat rencana China untuk meluncurkan konstelasi satelit berskala besar dalam beberapa tahun ke depan.

“Proyek ini akan mendukung pengembangan internet satelit mirip Starlink,” kata pihak terkait yang tidak disebutkan namanya dalam siaran resmi peluncuran. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tujuan utama satelit uji bukan sekadar demonstrasi teknologi, melainkan fondasi bagi jaringan broadband yang dapat melayani jutaan pengguna di seluruh wilayah China dan, potensial, di pasar internasional.

Baca juga:

Pengujian awal akan difokuskan pada tiga aspek utama: keandalan koneksi dalam kondisi cuaca ekstrem, kecepatan transfer data pada jarak jauh, serta interoperabilitas dengan infrastruktur jaringan darat yang sudah ada. Hasil dari serangkaian tes ini akan menjadi acuan bagi perencanaan peluncuran satelit berikutnya, termasuk penentuan jumlah unit, frekuensi orbit, dan skema bisnis yang akan diadopsi.

Jika berhasil, jaringan internet satelit buatan China dapat menjadi alternatif penting bagi negara-negara berkembang yang masih mengalami keterbatasan akses internet. Selain itu, kehadiran kompetitor kuat di pasar satelit dapat menurunkan biaya layanan bagi konsumen global, menciptakan dinamika persaingan yang lebih sehat antara penyedia layanan berbasis darat dan luar angkasa.

Baca juga:

Sejauh ini, belum ada tanggal pasti untuk peluncuran konstelasi komersial, namun otoritas terkait menyatakan bahwa hasil uji coba satelit pertama akan diumumkan dalam kuartal berikutnya. Pengamat menilai bahwa keputusan strategis selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh performa satelit uji serta respons regulasi internasional terhadap penggunaan spektrum frekuensi untuk layanan broadband satelit.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *