Media Pendidikan – 23 April 2026 | Jalan panjang menuju kota luar angkasa pertama di dunia kini semakin mendekati realitas. Pemerintah Tiongkok bersama lembaga riset strategis Future Aerospace mengumumkan rencana ambisius untuk membangun pemukiman manusia di orbit, dengan target pengembangan infrastruktur dan pasar antariksa yang diperkirakan mencapai nilai triliunan yuan.
Rencana tersebut dipaparkan oleh Gao Yibin, Kepala Riset Strategis Future Aerospace, yang menegaskan bahwa pasar antariksa komersial China sudah mendekati nilai triliunan yuan. “Pasar antariksa komersial Tiongkok sudah mendekati nilai triliunan yuan,” ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan pada awal bulan ini.
Langkah Persiapan Teknis dan Finansial
Untuk mewujudkan kota luar angkasa, pemerintah China menyiapkan serangkaian program pendanaan dan riset teknologi. Salah satu fokus utama adalah pengembangan modul habitat yang dapat menahan radiasi kosmik serta sistem daur ulang udara dan air yang efisien. Selain itu, proyek peluncuran roket berat berkapasitas tinggi sedang dipercepat untuk memastikan pasokan bahan bangunan dan perlengkapan hidup secara berkelanjutan.
Di sisi finansial, anggaran yang dialokasikan mencakup investasi dalam riset material ringan, teknologi propulsi listrik, serta jaringan komunikasi satelit berkecepatan tinggi. Menurut data resmi, alokasi anggaran tahunan untuk proyek luar angkasa mencapai lebih dari 200 miliar yuan, yang sebagian besar akan diarahkan pada pengembangan infrastruktur dasar kota orbit.
Target Waktu dan Lokasi
Future Aerospace menargetkan penyelesaian fase pertama, berupa stasiun ruang angkasa modular yang berfungsi sebagai basis konstruksi, pada pertengahan dekade ini. Lokasi yang dipilih berada pada orbit geostasioner rendah, yang memungkinkan akses mudah bagi roket peluncur berulang kali.
Setelah modul pertama beroperasi, tahap berikutnya meliputi penambahan fasilitas pertanian vertikal, pusat penelitian, dan ruang komersial yang dapat menampung ribuan penghuni. Diperkirakan populasi awal kota luar angkasa akan mencapai 1.000 orang pada tahun 2035, dengan pertumbuhan bertahap seiring meningkatnya permintaan layanan antariksa.
Implikasi Ekonomi dan Strategis
Pengembangan kota luar angkasa tidak hanya menjadi simbol prestise teknologi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Dengan nilai pasar yang mendekati triliun yuan, China berpotensi menjadi pemimpin global dalam layanan transportasi orbital, manufaktur mikrogravitasi, dan pariwisata luar angkasa.
Para pengamat menilai bahwa langkah ini akan memperkuat posisi China dalam kompetisi antariksa internasional, sekaligus mendorong kolaborasi dengan perusahaan swasta yang tengah mengembangkan teknologi peluncuran dan habitat ruang angkasa.
Meski tantangan teknis, regulasi internasional, dan risiko kesehatan tetap menjadi hambatan, pemerintah China berkomitmen untuk menyelesaikan studi kelayakan secara menyeluruh sebelum memulai konstruksi massal.
Dengan agenda yang jelas dan dukungan finansial kuat, kota luar angkasa China dapat menjadi tonggak baru dalam eksplorasi manusia, sekaligus menandai era komersialisasi ruang angkasa yang lebih luas.


Komentar