Nasional
Beranda » Berita » Bupati Jember Benahi Data Kemiskinan dengan Cara Tak Biasa

Bupati Jember Benahi Data Kemiskinan dengan Cara Tak Biasa

Bupati Jember Benahi Data Kemiskinan dengan Cara Tak Biasa
Bupati Jember Benahi Data Kemiskinan dengan Cara Tak Biasa

Media Pendidikan – 21 Mei 2026 | Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, melakukan cara yang tidak biasa dalam membenahi data kemiskinan. Dia menaruh keraguan terhadap validitas data yang tersaji di atas kertas dengan kondisi sebenarnya. Gus Fawait pun ingin beban pikirannya segera terjawab. Lantas, muncul ide pengerahan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan pemeriksaan faktual.

Sebelumnya, data kemiskinan di Jember masih banyak yang tidak akurat. Banyak warga yang tercatat hidup tapi sebenarnya sudah meninggal dunia. Atau, ada warga yang berdomisili di luar daerah tapi dinyatakan sebagai warga miskin Jember. Hal ini membuat Gus Fawait ingin membenahi data kemiskinan agar lebih akurat.

Baca juga:

Gus Fawait meminta seluruh ASN untuk melakukan pemeriksaan faktual di lapangan. Mereka harus melihat kondisi tempat tujuan, memverifikasi langsung data warga, dan melaporkan hasil temuannya dalam bentuk dokumentasi. Selama kegiatan berlangsung, satu bulan dalam rentang waktu 17 April hingga 17 Mei 2026, banyak pihak yang menyoal cara tersebut. Sebab, pengerahan ASN bersifat pengabdian tanpa ada imbalan.

Namun, Gus Fawait membuktikan hasilnya. Terungkap fakta bahwa ada 16.766 warga sudah meninggal dunia, tapi masih tercatat hidup di data kemiskinan. Ditambah lagi temuan sebanyak 10.703 warga yang berdomisili di luar daerah. Namun, ribuan orang-orang tersebut selama ini dinyatakan sebagai warga miskin Jember.

Baca juga:

Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, sampai terpukau sehingga memuji langkah Gus Fawait. Menurutnya, terobosan yang demikian bisa menjadi rujukan baru bagi seluruh daerah di Indonesia. Gus Fawait mengakui persoalan kemiskinan sebagai prioritas kerjanya. Angka kemiskinan Jember turun dari 9,01 persen menjadi 8,67 persen pada 2025. Kendati secara absolut jumlah penduduk miskin di Jember sebanyak 216 ribu jiwa masih menjadi yang terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur.

Pemkab Jember memfokuskan intervensi pada kelompok Desil 1 atau kelompok masyarakat paling miskin. Langkah itu disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah yang terbatas. Gus Fawait mengatakan bahwa data harus dipertajam untuk mengetahui mana yang bisa ditangani daerah dan mana yang perlu dukungan pusat.

Baca juga:

Terobosan ini diharapkan bisa menjadi referensi strategis bagi percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Oleh karena itu, BP Taskin berharap mendapat dukungan kualitas data, ketepatan program, dan koordinasi pusat dengan daerah yang efektif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *