Nasional
Beranda » Berita » Napi Dapur: SPPG Tangerang Rekrut Narapidana untuk MBG dengan Seleksi Ketat

Napi Dapur: SPPG Tangerang Rekrut Narapidana untuk MBG dengan Seleksi Ketat

Napi Dapur: SPPG Tangerang Rekrut Narapidana untuk MBG dengan Seleksi Ketat
Napi Dapur: SPPG Tangerang Rekrut Narapidana untuk MBG dengan Seleksi Ketat

Media Pendidikan – 24 April 2026 | SPPG (Satuan Pengelola Program Gizi) di Kota Tangerang mengumumkan langkah inovatif dengan mempekerjakan narapidana sebagai tenaga kerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini diluncurkan pada awal tahun 2024 di beberapa titik distribusi makanan gratis yang dikelola pemerintah daerah, dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan kesempatan rehabilitasi bagi para napi.

Seleksi Ketat dan Penugasan Khusus

Setelah lolos seleksi, para napi diberikan tugas khusus yang meliputi persiapan bahan, pengolahan makanan, hingga pengemasan paket makanan siap saji. Penugasan dirancang agar tidak mengganggu prosedur keamanan serta meminimalkan risiko kontaminasi. Seluruh aktivitas dipantau oleh staf profesional dan petugas keamanan yang berkoordinasi secara ketat.

Baca juga:

Data internal SPPG menunjukkan bahwa hingga bulan Maret 2024, sebanyak 45 narapidana telah terlibat dalam operasi dapur MBG di tiga lokasi utama: Tangerang Selatan, Tangerang Utara, dan Ciputat. Dari jumlah tersebut, 30 orang berada di fase produksi utama, sementara 15 lainnya membantu dalam logistik distribusi.

Para napi yang terlibat juga diberikan pelatihan singkat mengenai standar kebersihan, prosedur keamanan pangan, dan etika kerja. “Kami ingin mereka tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat berguna setelah masa tahanan selesai,” tambah Head Chef.

Baca juga:

Selain manfaat operasional, program ini diharapkan dapat menurunkan tingkat pengangguran di kalangan mantan narapidana. Menurut data Badan Pemasyarakatan, tingkat recidivism di wilayah Tangerang selama lima tahun terakhir berada di angka 28 persen. Dengan pengalaman kerja di dapur MBG, diharapkan angka tersebut dapat berkurang.

Program MBG sendiri melayani sekitar 12.000 penerima manfaat setiap bulannya, dengan anggaran tahunan mencapai Rp 45 miliar. Penggunaan tenaga kerja narapidana diperkirakan dapat menghemat hingga 10 persen dari biaya operasional, meski angka pasti masih dalam proses evaluasi.

Baca juga:

Pengawasan eksternal oleh lembaga non‑pemerintah juga dilakukan untuk memastikan bahwa hak asasi narapidana tetap terjaga. Sebuah organisasi hak asasi manusia menilai bahwa proses seleksi dan penugasan yang transparan merupakan langkah positif, namun tetap menekankan pentingnya kontrol independen.

Ke depan, SPPG Tangerang berencana memperluas program ini ke empat dapur tambahan pada akhir tahun 2024, dengan target melibatkan total 120 narapidana. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai dampak sosial‑ekonomi serta kualitas layanan MBG.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *