Media Pendidikan – 06 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 – Laga seru antara Persija Jakarta dan Bhayangkara FC yang berlangsung pada pekan keempat pekan pertama Super League 2025/2026 berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tamu. Kekalahan ini kembali menambah daftar catatan kurang memuaskan Persija di kompetisi domestik, sekaligus memicu sorotan tajam dari pengamat sepakbola senior, Bung Binder, yang menilai kontribusi pemain sayap kanan Persija, Eksel Runtukahu, masih jauh dari harapan.
“Dia tidak memberi dampak sama sekali. Saya melihat dia berada di posisi yang tepat secara teoritis, tetapi dalam prakteknya dia hanya menunggu bola datang,” ujar Bung Binder dalam sebuah wawancara pasca pertandingan. “Jika dia ingin menjadi aset penting bagi Persija, ia harus belajar memanfaatkan ruang dan menjadi ancaman nyata di kotak penalti lawan. Saat ini, dia masih bersikap pasif, hanya menggerakkan tubuh tanpa menghasilkan sesuatu yang berarti.”
Analisis Bung Binder tidak hanya berfokus pada satu pemain. Ia menilai strategi taktik Persija pada laga tersebut juga kurang tajam. Pelatih Persija, yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Didi, tampaknya mengandalkan pola serangan sayap kanan dengan ekspektasi bahwa Runtukahu akan menjadi pemicu utama. Namun, pertahanan Bhayangkara yang disiplin dan penekanan tinggi berhasil menutup ruang gerak tersebut.
Berikut beberapa poin penting yang diangkat oleh Bung Binder dalam penilaiannya:
- Kurangnya gerakan diagonal Runtukahu: Pemain tidak melakukan pergerakan melintasi lapangan untuk membuka ruang bagi rekan setim.
- Statistik tembakan: Runtukahu hanya mencatat satu tembakan, yang mana tidak mengarah ke gawang.
- Kontribusi defensif: Pemain tampak pasif dalam membantu pertahanan, sehingga Bhayangkara dapat menguasai bola di sisi kanan lapangan.
Data statistik resmi pertandingan mencatat bahwa Persija mencatat 15 tembakan, dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang, sementara Bhayangkara mencatat 12 tembakan, 5 di antaranya mengarah ke gawang. Dari total tembakan tersebut, Eksel Runtukahu hanya terlibat dalam satu tembakan, yang berakhir meleset lebar tiang. Angka ini menjadi indikator jelas mengapa pundaknya menjadi sorotan.
Selain menilai performa individu, Bung Binder juga menyinggung pentingnya mental pemain dalam menghadapi tekanan. “Bhayangkara menekan sejak menit pertama. Pemain muda seperti Runtukahu harus mampu menahan tekanan mental dan tetap produktif. Sayangnya, hari ini ia tampak kehilangan kepercayaan diri,” tambahnya.
Pertandingan ini juga menambah daftar kekalahan Persija di babak awal musim, yang kini berada di peringkat ketiga klasemen dengan 4 poin dari tiga pertandingan. Kegagalan mencetak gol dari peluang yang diciptakan menjadi pertanyaan besar bagi manajemen dan suporter. Dalam beberapa pekan ke depan, ekspektasi akan meningkat, terutama bagi pemain-pemain yang diharapkan menjadi penopang serangan.
Sejumlah analis lain sependapat bahwa Persija harus melakukan rotasi pemain atau mengubah taktik agar tidak terlalu bergantung pada satu sisi serangan. Pilihan lain yang dibahas adalah meningkatkan intensitas latihan akhir pekan untuk menajamkan kemampuan dribbling dan penempatan tembakan pemain sayap kanan.
Dengan hasil ini, tekanan kepada pelatih dan manajemen Persija semakin terasa. Mereka dihadapkan pada pilihan strategis: memberi kepercayaan lebih pada Eksel Runtukahu dengan meningkatkan peranannya dalam skema taktik, atau mencari alternatif lain yang lebih siap memberikan kontribusi signifikan pada babak berikutnya.
Secara keseluruhan, Bung Binder menilai bahwa ekspektasi terhadap Eksel Runtukahu belum terpenuhi pada laga melawan Bhayangkara FC. Ia menekankan pentingnya peningkatan konsistensi, kecepatan pengambilan keputusan, dan keberanian dalam menembus pertahanan lawan. Jika tidak, pemain tersebut berisiko menjadi beban bagi tim alih-alih menjadi aset berharga.
Persija harus segera menanggapi kritik konstruktif ini dengan perencanaan latihan yang lebih terarah, serta meninjau taktik yang mengoptimalkan kekuatan pemain inti. Hanya dengan itu, tim dapat kembali bersaing di puncak klasemen dan mengembalikan kepercayaan suporter yang sudah lama menunggu kebangkitan tim kebanggaan Jakarta.


Komentar