Media Pendidikan – 08 April 2026 | Jakarta, 12 April 2026 – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengumumkan penemuan spesies baru tanaman genus Homalomena di pulau Sumatra. Penemuan ini merupakan hasil dari survei biodiversitas hutan rendah yang dilakukan pada awal tahun 2026 oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Rina Suryani, ahli taksonomi tumbuhan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB, bersama tim lapangan BRIN.
Deskripsi Awal Spesies Baru
Spesies yang diberi nama sementara Homalomena sumatrana ditemukan di kawasan hutan tropis lempah manggis, Kabupaten Merangin, Jambi. Tanaman ini memiliki daun berwarna hijau gelap dengan lobus yang lebih lebar dan ujung daun yang sedikit melengkung ke atas dibandingkan dengan spesies Homalomena lain yang telah dikenal. Bunga yang mekar pada musim hujan menampilkan spatha berwarna putih keunguan, sebuah ciri yang belum pernah tercatat pada anggota genus ini di wilayah Sumatra.
Analisis morfologi dan pemeriksaan DNA barcoding yang dilakukan di Laboratorium Taksonomi ITB mengonfirmasi bahwa Homalomena sumatrana merupakan entitas taksonomi yang terpisah. Hasil genetik menunjukkan perbedaan sekitar 3,2% pada segmen rbcL dibandingkan spesies terdekat, Homalomena arborea, yang menguatkan statusnya sebagai spesies baru.
Signifikansi Penemuan
Penemuan ini menambah catatan keanekaragaman flora endemik Sumatra, yang selama ini terancam oleh deforestasi dan perubahan lahan. Dr. Rina menekankan bahwa Homalomena sumatrana dapat menjadi indikator kesehatan ekosistem hutan rendah, mengingat tanaman ini sensitif terhadap perubahan mikroklimat dan degradasi tanah.
Selain nilai ilmiah, penemuan tersebut memberikan dorongan bagi upaya konservasi lokal. BRIN berencana mengajukan status perlindungan bagi habitat asal spesies ini melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan harapan dapat memperkuat kawasan lindung yang sudah ada serta mengintegrasikan area tersebut ke dalam jaringan taman nasional.
Langkah Selanjutnya
Tim peneliti akan melanjutkan studi ekologi dan populasi Homalomena sumatrana selama dua tahun ke depan. Fokus penelitian meliputi pola reproduksi, interaksi dengan fauna penyerbuk, serta potensi penggunaan etnofarmakologis oleh masyarakat adat setempat. Specimen holotipe telah diserahkan ke Herbarium Bogoriense (LIPI) untuk dokumentasi resmi.
Selain itu, kolaborasi antara BRIN, ITB, dan lembaga konservasi non‑pemerintah akan memperkuat program pendidikan lingkungan bagi masyarakat sekitar, menekankan pentingnya melestarikan flora unik seperti Homalomena sumatrana.
Penemuan ini menegaskan kembali peran penting riset lapangan dalam mengungkap keanekaragaman hayati yang masih tersembunyi di Indonesia. Dengan lebih dari 15.000 spesies tumbuhan yang belum terdeskripsikan secara ilmiah, harapan besar diletakkan pada sinergi antara lembaga penelitian nasional dan perguruan tinggi untuk mempercepat proses identifikasi dan konservasi.
Ke depan, diharapkan hasil penelitian ini tidak hanya memperkaya literatur taksonomi, tetapi juga menjadi dasar kebijakan konservasi yang lebih berbasis data, sehingga keanekaragaman flora Sumatra dapat tetap terjaga bagi generasi mendatang.


Komentar