Nasional
Beranda » Berita » Breaking News: Penyidik Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan

Breaking News: Penyidik Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan

Breaking News: Penyidik Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan
Breaking News: Penyidik Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan

Media Pendidikan – 09 April 2026 | Pada Kamis, 9 April 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, tim penyidik Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta melakukan penggeledahan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Aksi ini dilaksanakan secara tertib dengan dukungan aparat keamanan serta perangkat forensik digital.

Penggeledahan tersebut merupakan kelanjutan dari penyelidikan dugaan korupsi dalam pengadaan material jalan dan proyek infrastruktur yang telah menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak awal tahun ini. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya indikasi penyimpangan prosedur lelang dan kemungkinan manipulasi data tender.

Baca juga:

Selama operasi, penyidik berhasil menyita sejumlah dokumen penting, termasuk kontrak pengadaan, nota pembelian, laporan keuangan, serta rekaman email internal yang dianggap relevan dengan kasus. Selain itu, perangkat komputer, hard disk eksternal, dan smartphone milik pejabat terkait juga diamankan untuk analisis forensik.

Sekretaris Kejati DKI Jakarta, Kombes Polisi Budi Santoso, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mengamankan bukti sebelum proses penyidikan lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa belum ada penangkapan, namun sejumlah pegawai kementerian diminta memberikan keterangan dalam rangka mengklarifikasi temuan awal.

Baca juga:

Menanggapi kejadian tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menegaskan kesiapan kementerian untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Ia menolak adanya indikasi pelanggaran hukum di lingkungan kementerian dan menekankan bahwa semua prosedur pengadaan selalu mengikuti peraturan perundang‑undangan yang berlaku.

Penggeledahan ini menambah deretan operasi kepolisian dan kejaksaan yang menargetkan kasus korupsi di sektor infrastruktur, yang diperkirakan merugikan negara mencapai miliaran rupiah. Pengamat kebijakan publik menilai bahwa tekanan masyarakat semakin besar untuk menuntaskan kasus serupa dan menuntut transparansi dalam setiap tahapan proyek pemerintah.

Baca juga:

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai nilai barang atau uang yang disita, serta tidak ada laporan gangguan operasional signifikan di kementerian. Penyidik diperkirakan akan melanjutkan analisis bukti selama beberapa minggu ke depan guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

Secara keseluruhan, penggeledahan ini mencerminkan komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi di bidang publik serta menegaskan pentingnya transparansi dalam proses pengadaan proyek infrastruktur nasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *