Media Pendidikan – 14 Mei 2026 | BPBD Kabupaten Bondowoso telah mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan. Langkah ini dilakukan menyusul mulai masuknya musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang tahun ini.
BPBD Bondowoso menyebut pihaknya telah melakukan kajian kawasan rawan bencana (KRB) dengan pemetaan langsung di lapangan sebagai dasar penanganan kekeringan. Dari hasil pemetaan tersebut, pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Terdaftar sembilan kecamatan, 13 desa, dan 20 dusun yang masuk kawasan rawan kekeringan di Bondowoso. Distribusi air bersih kini dilakukan di masing-masing wilayah terdampak dengan berbagai skema penyaluran sesuai kondisi medan.
Salah satu wilayah yang menjadi fokus penanganan yakni Kecamatan Botolinggo yang berada di kawasan pegunungan. BPBD Bondowoso menerjunkan dua unit truk tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk membantu kebutuhan masyarakat.
Air tersebut kemudian disalurkan kepada warga terdampak kekeringan. BPBD mengakui distribusi bantuan air bersih menghadapi tantangan karena akses transportasi menuju kawasan terdampak cukup sulit.


Komentar