Media Pendidikan – 17 Juni 2026 | Perusahaan data activation, Boomi, baru-baru ini mengumumkan hasil penelitian yang menemukan bahwa organisasi di Asia Pasifik (APAC) berisiko kehilangan Return on Investment (ROI) dari Artificial Intelligence (AI) jika tidak memiliki fondasi data yang kuat.
Penelitian yang dilakukan oleh Omdia ini menemukan bahwa 70% organisasi APAC menganggap AI sebagai prioritas utama, namun hanya 30% yang memiliki fondasi data yang memadai untuk mendukung implementasi AI.
"Organisasi APAC perlu memahami bahwa AI tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang data yang berkualitas dan dapat diakses dengan mudah," kata seorang pakar.
Penelitian ini juga menemukan bahwa organisasi APAC yang memiliki fondasi data yang kuat dapat meningkatkan ROI AI sebesar 25%.
Data ini menunjukkan bahwa organisasi APAC perlu memperhatikan fondasi data mereka jika ingin mendapatkan manfaat dari AI.


Komentar