Media Pendidikan – 26 April 2026 | Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun dilaporkan hilang setelah diperkirakan tenggelam di perairan Mataram, kawasan Kertapati, Palembang. Pada Minggu, 26 April 2024, petugas menemukan jasadnya dalam kondisi meninggal dunia, menandai berakhirnya pencarian yang menegangkan.
“Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun yang dilaporkan hilang tenggelam di perairan Mataram, Kertapati, Kota Palembang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (26/4).” Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara kepolisian setempat dalam konferensi pers singkat yang diadakan setelah penemuan jenazah.
Lokasi peristiwa berada di bagian selatan kota Palembang, tepatnya di wilayah Kertapati yang dikenal memiliki jaringan kanal yang cukup luas. Perairan Mataram, meski tidak sebesar Sungai Musi, tetap menjadi area aktivitas harian warga, termasuk pencucian pakaian dan perikanan tradisional. Kedalaman rata-rata di area tersebut berkisar antara satu hingga dua meter, namun arus yang tidak menentu dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak.
Setelah penemuan jenazah, tim medis melakukan prosedur identifikasi dan memastikan tidak ada tanda-tanda kriminalitas. Pemeriksaan post-mortem direncanakan akan dilakukan di rumah sakit setempat untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, meski indikasi awal menunjukkan dampak tenggelam.
Keluarga korban menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi ini. Mereka menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak di area perairan serta harapan agar pihak berwenang meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan serupa di masa mendatang. Warga Kertapati juga mengungkapkan rasa duka yang mendalam dan menyerukan kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki fasilitas keamanan di sekitar kanal.
Kasus ini menambah daftar kecelakaan air yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan dalam beberapa bulan terakhir. Data statistik dari Dinas Kesehatan Palembang mencatat bahwa kecelakaan yang melibatkan anak di bawah 15 tahun meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menandakan perlunya edukasi keselamatan air yang lebih intensif.
Pihak berwenang berjanji akan melakukan evaluasi prosedur penyelamatan dan meningkatkan sosialisasi bahaya tenggelam kepada masyarakat, terutama di daerah dengan jaringan air yang padat. Sementara itu, proses pemakaman akan dilaksanakan sesuai dengan adat dan keyakinan keluarga korban, dengan harapan keluarga dapat menemukan ketenangan setelah kehilangan yang tragis.


Komentar