Sains & Teknologi
Beranda » Berita » BMKG Perkuat OMC Antisipasi Karhutla di Tengah Kemarau Kering Akibat El Nino

BMKG Perkuat OMC Antisipasi Karhutla di Tengah Kemarau Kering Akibat El Nino

BMKG Perkuat OMC Antisipasi Karhutla di Tengah Kemarau Kering Akibat El Nino
BMKG Perkuat OMC Antisipasi Karhutla di Tengah Kemarau Kering Akibat El Nino

Media Pendidikan – 23 April 2026 | Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan kerja sama operasionalnya melalui penguatan OMC (Operational Meteorological Center) untuk menyiapkan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu oleh kondisi kemarau lebih kering akibat fenomena El Nino.

Penguatan sinergi ini mencakup integrasi data cuaca, prediksi curah hujan, serta penyebaran informasi dini kepada pihak berwenang di tingkat provinsi dan daerah. BMKG berkomitmen menyediakan perkiraan meteorologi yang lebih akurat, sehingga aparat pemadam kebakaran dapat menyiapkan sumber daya sebelum api menyala. Upaya kolaboratif melibatkan instansi terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana, serta lembaga penelitian iklim.

Baca juga:

El Nino, sebagai fenomena iklim global, biasanya menurunkan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia, memperpanjang masa kering dan meningkatkan kerentanan hutan terhadap kebakaran. Dengan kondisi ini, potensi kebakaran hutan menjadi lebih tinggi, khususnya di area yang sebelumnya sudah mengalami tekanan akibat perubahan penggunaan lahan. BMKG menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk mendeteksi titik panas secara dini.

“BMKG memperkuat sinergi dalam upaya melindungi hutan Indonesia dari berbagai risiko kerusakan alam, terutama akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Kepala Pusat Klimatologi BMKG dalam konferensi pers yang menegaskan peran sentral lembaga dalam mitigasi bencana kebakaran.

Baca juga:

Langkah-langkah konkret yang telah diambil meliputi peningkatan frekuensi penerbitan peringatan cuaca ekstrem, penyebaran peta risiko kebakaran berbasis satelit, serta pelatihan bagi petugas lapangan dalam menginterpretasikan data meteorologi. Dengan demikian, diharapkan respons cepat dapat mengurangi luas area yang terbakar dan meminimalkan dampak sosial‑ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ke depannya, BMKG akan terus memperluas jaringan pemantauan serta mengoptimalkan penggunaan teknologi penginderaan jauh untuk memperbaiki akurasi prediksi. Penguatan OMC dianggap sebagai langkah strategis jangka panjang dalam rangka menurunkan angka kejadian karhutla, sekaligus menjaga kelestarian hutan Indonesia di tengah tantangan iklim yang semakin kompleks.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *