Media Pendidikan – 24 April 2026 | Pemerintah Republik Indonesia menargetkan penyelesaian renovasi 15 ribu rumah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) serta kawasan perbatasan pada tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi hunian bagi masyarakat yang selama ini hidup di daerah terpencil dan kurang terlayani.
Rencana tersebut diumumkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rapat koordinasi nasional. Menurut Menteri PUPR, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 5,2 triliun, dengan prioritas utama pada perbaikan struktur bangunan, pemasangan instalasi listrik dan air bersih, serta peningkatan fasilitas sanitasi.
“Kami berkomitmen menyelesaikan renovasi 15 ribu rumah bagi warga 3T dan perbatasan,” ujar Menteri PUPR dalam konferensi pers. “Setiap rumah akan melewati standar kualitas yang ketat, sehingga penghuni dapat menikmati lingkungan yang aman dan layak huni.”
Program bedah rumah 3T mencakup beberapa tahapan penting, antara lain identifikasi rumah yang layak direnovasi, penyusunan rencana kerja per daerah, dan pelaksanaan fisik di lapangan. Berikut adalah tahapan yang direncanakan:
- Identifikasi dan verifikasi data rumah pada kuartal pertama 2025.
- Penyusunan desain renovasi serta anggaran pada kuartal kedua 2025.
- Pelaksanaan renovasi secara bertahap mulai kuartal ketiga 2025 hingga akhir 2026.
Data resmi menunjukkan bahwa wilayah 3T mencakup lebih dari 1.200 desa di 20 provinsi, dengan total penduduk sekitar 12 juta jiwa. Kawasan perbatasan, yang meliputi 13 titik perbatasan laut dan darat, menampung lebih dari 800 ribu penduduk. Dari total tersebut, diperkirakan sekitar 9.000 rumah berada dalam kondisi paling kritis dan menjadi prioritas pertama.
Selain perbaikan fisik, program ini juga menyertakan pelatihan bagi masyarakat lokal tentang perawatan rumah dan penggunaan energi bersih. Kementerian terkait bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan setelah renovasi selesai.
Pemerintah menegaskan bahwa semua tahapan akan diawasi oleh tim independen guna menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran. Hasil evaluasi setiap fase akan dipublikasikan secara berkala melalui portal resmi Kementerian PUPR.
Dengan target penyelesaian pada akhir 2026, diharapkan 15 ribu rumah yang telah diperbaiki dapat meningkatkan kualitas hidup warga 3T dan kawasan perbatasan, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah di Indonesia.


Komentar