Media Pendidikan – 19 April 2026 | Jakarta, 19 April 2026 – Pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyampaikan rekomendasi batas konsumsi gula harian yang aman bagi masyarakat Indonesia. Menurut pernyataan yang dirilis pada hari Rabu, batas tersebut berada di kisaran 50 gram per hari, setara dengan empat sendok makan gula pasir. Pakar menekankan bahwa angka ini merupakan acuan yang realistis untuk mengendalikan asupan gula, mengingat pola makan modern yang cenderung menambah gula secara tidak sadar.
Penetapan batas 50 gram didasarkan pada hasil observasi konsumsi gula dalam berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial. Pakar menjelaskan bahwa rata-rata asupan gula di Indonesia masih berada di atas angka tersebut, terutama karena gula sering ditambahkan pada minuman manis, makanan olahan, serta camilan. Dengan takaran empat sendok makan sebagai patokan visual, konsumen dapat lebih mudah mengukur dan menyesuaikan porsi gula yang mereka tambahkan pada makanan dan minuman sehari-hari.
“Batas konsumsi gula harian yang aman adalah sekitar 50 gram atau setara empat sendok makan,” ujar Dr. [Nama Pakar], pakar gizi IPB, dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa disiplin dalam mengikuti takaran ini dapat membantu menurunkan risiko gangguan metabolisme yang biasanya muncul akibat asupan gula berlebih.
Meskipun tidak ada data kuantitatif baru yang disertakan dalam pernyataan tersebut, pakar menegaskan bahwa konsumsi gula yang melampaui batas dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan, serta memicu gangguan metabolik seperti resistensi insulin. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis membaca label gizi pada produk makanan dan minuman, serta mengurangi tambahan gula pada resep rumah tangga.
Sebagai langkah lanjutan, tim peneliti gizi IPB berencana mengembangkan materi edukasi berbasis digital yang memudahkan publik memantau asupan gula harian mereka. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mengubah kebiasaan konsumsi, sehingga batas gula harian yang direkomendasikan dapat tercapai secara luas.


Komentar